TSUNAMI NUMERICAL MODELING AND SYSTEM DYNAMIC DEVELOPMENT IN DISASTER RISK REDUCTION | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

TSUNAMI NUMERICAL MODELING AND SYSTEM DYNAMIC DEVELOPMENT IN DISASTER RISK REDUCTION


Pengarang

Tursina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syamsidik - 197502251999031001 - Dosen Pembimbing I
Shigeru KATO - - - Dosen Pembimbing II
Mochammad Afifuddin - 196409071989031003 - Dosen Pembimbing III



Nomor Pokok Mahasiswa

1809300060010

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Teknik (S3) / PDDIKTI : 20003

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana (S3)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tsunami merupakan ancaman signifikan bagi komunitas pesisir di seluruh dunia. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, sekitar 75% garis pantai Indonesia menghadapi risiko tinggi terhadap tsunami. Di masa depan, tsunami tidak lagi menjadi bencana tunggal, melainkan akan menjadi bencana multi-ancaman yang dipengaruhi oleh kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim, selain proses dinamis dari kawasan pesisir itu sendiri seperti proses pasang surut. Selain itu, faktor-faktor kerentanan juga bersifat dinamis dan berubah seiring waktu. Peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi telah menyebabkan perubahan penggunaan dan penutupan lahan (LULC) menjadi kawasan terbangun, termasuk di daerah yang rentan terhadap tsunami. Kajian mengenai sistem dinamis bahaya tsunami masih jarang dibahas, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Oleh karena itu, penelitian disertasi ini bertujuan untuk menganalisis aspek dinamis dari bahaya dan kerentanan terhadap bencana tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi dalam berbagai rentang waktu ke depan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: i) Menganalisis dampak kenaikan permukaan laut terhadap paparan manusia terhadap tsunami dalam 50, 100, 150, dan 200 tahun mendatang; ii) Mengkaji tren spasial-dinamis perubahan penggunaan lahan yang terpapar tsunami dalam 50 dan 100 tahun ke depan; iii) Meneliti pengaruh dinamika pasang surut terhadap hidrodinamika tsunami; dan iv) Menganalisis dampak paparan penggunaan dan penutupan lahan akibat interaksi dinamis antara tsunami, kenaikan permukaan laut, dan tingkat pasang surut dalam 50 dan 100 tahun ke depan. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kota Banda Aceh, sebuah kota pesisir yang rentan terhadap tsunami dan kenaikan permukaan laut (SLR). Penelitian ini menggunakan pemodelan numerik tsunami dengan COMCOT (Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model) dan pemodelan perubahan penggunaan lahan menggunakan Idrisi SELVA. Penelitian dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama adalah validasi model terhadap pemodelan numerik tsunami dan simulasi perubahan penggunaan lahan. Tahap kedua dilakukan analisis dampak SLR terhadap tsunami di Banda Aceh. Pada tahap ketiga, dilakukan kajian terhadap LULC yang terdampak tsunami. Tahap keempat adalah analisis dinamis terhadap pengaruh pasang surut terhadap tsunami. Tahap terakhir mengkaji seluruh aspek dinamis dari kenaikan permukaan laut, pasang surut, dan perubahan LULC terhadap bahaya tsunami. Temuan dari penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pengambilan keputusan dalam kesiapsiagaan bencana dan perencanaan tata ruang kota di Banda Aceh. Penelitian ini juga menjadi dasar bagi studi serupa di wilayah lain. Metodologi penelitian yang dikembangkan dalam studi ini merupakan sumber yang berharga bagi penelitian selanjutnya terkait bahaya pesisir dan upaya mitigasi bencana tsunami.

Tsunamis pose a significant threat to coastal communities worldwide. With its second-longest coastline globally, the coastline of Indonesia 75% faces a high risk of tsunamis. In the future, tsunami will no longer be a single hazard but will become a multi-hazard influenced by rising sea levels due to climate change, besides the dynamics process of the coast itself such as tides process. Additionally, vulnerability factors are also dynamic and change over time. The increase in population and economy has led to changes in land use land cover (LULC) to built-up land, including areas prone to tsunamis. The study of the dynamic system of tsunami hazard is still rarely discussed, especially in developing countries like Indonesia. Therefore, this dissertation research aims to analyze the dynamic aspects of hazards and vulnerabilities from tsunami disasters caused by earthquakes over various future timeframes. Specifically, this research aims to: i) Analyze the impact of sea level rise on human exposure to tsunamis in the next 50, 100, 150, and 200 years; ii) Examine the spatial-dynamic trend of land use change exposure to tsunamis in the next 50 and 100 years; iii) Investigate the influence of tide dynamics on tsunami hydrodynamics; and iv) Analyze the impact of land use and land cover exposure due to the dynamic interaction between tsunamis, sea level rise, and tidal levels in the next 50 and 100 years. The research location chosen was the city of Banda Aceh, a coastal city prone to both tsunami and sea level rise (SLR). This research uses COMCOT (Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model) tsunami numerical modelling and land use change modelling using Idrisi SELVA. The research was carried out in five stages. Firstly, model validation was conducted for the tsunami numerical model and land use simulation model. In the second stage, an analysis of the impact of SLR on the tsunami in Banda Aceh was performed. In the third stage, the LULC affected by the tsunami was reviewed. The fourth stage involved dynamic analysis, looking at the impact of tides on tsunamis. In the final stage, all dynamic aspects of sea level rise, tides, and changes in LULC were reviewed for their impact on tsunami hazards. The findings of this research hold significant implications for decision-making in disaster preparedness and urban planning in Banda Aceh. It has also become a basis for similar research in other regions. The research methodology developed here is a valuable resource for upcoming studies concerning coastal hazards and efforts to mitigate tsunami disasters.

Citation



    SERVICES DESK