ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP CADANGAN KARBON | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP CADANGAN KARBON


Pengarang

Dosen Pembimbing

Halis Agussaini - 196508111993031001 - Dosen Pembimbing I
Fahmi Aulia - 199202172019031014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104110010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur berpotensi menimbulkan dampak ekologis signifikan terhadap cadangan karbon karena pembangunan dilaksanakan di lahan bervegetasi tinggi. Penelitian ini mengkaji perubahan cadangan karbon berdasarkan tutupan lahan periode 2017–2024, mengkaji kondisi vegetasi dengan indeks NDVI, serta mengevaluasi hubungan keduanya dengan pendekatan regresi linier. Perhitungan cadangan karbon dilakukan menggunakan klasifikasi IPCC (2006) dengan pendekatan faktor emisi nasional dari KLHK (2022), yang dipadukan dengan data tutupan lahan hasil klasifikasi citra Sentinel-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya tren penurunan cadangan karbon hingga tersisa ±225 juta ton CO2 pada 2024, sementara NDVI meningkat hingga tahun 2021, lalu menurun setelahnya sampai tahun akhir penelitian, serta hubungan antara keduanya menghasilkan nilai korelasi (r) sebesar 0,626 (hubungan positif sedang) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,392. Hasil ini menunjukkan bahwa tren penurunan cadangan karbon tidak dapat dijelaskan hanya oleh perubahan kerapatan vegetasi, dan kemungkinan besar turut dipengaruhi oleh faktor perubahan tutupan lahan atau proses lainnya yang tidak tercermin dalam nilai NDVI. Penelitian ini juga membandingkan cadangan karbon 2024 dengan proyeksi emisi tahunan dalam Strategi Emisi Nol Bersih IKN 2045. Meski nilainya jauh lebih besar (±4,38 juta ton CO₂eq), cadangan karbon bersifat statis dan tidak mencerminkan kapasitas serapan aktif. Sehingga, perlindungan kawasan dengan cadangan karbon tinggi menjadi penting dalam merespons beban emisi masa depan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa wilayah dengan intensitas cadangan karbon tinggi perlu diprioritaskan sebagai zona lindung ekologis dalam tata ruang untuk menjaga stabilitas karbon dan fungsi iklim mikro. Sebaliknya, wilayah dengan intensitas rendah hingga sedang memerlukan pendekatan restoratif seperti penghijauan, reforestasi, atau pemulihan ekosistem. Hasil penelitian dapat berperan penting sebagai bahan reflektif untuk mendukung kebijakan pengendalian tutupan lahan dan perencanaan tata ruang berkelanjutan, sejalan dengan konsep Forest City yang diusung dalam perencanaan IKN.

The development of Indonesia’s new capital city (IKN) in East Kalimantan has the potential to cause significant ecological impacts on carbon stocks due to its location on highly vegetated land. This study analyzes changes in carbon stock based on land evaluates their relationship using a linear regression approach. Carbon stock estimation was carried out using the IPCC (2006) classification combined with national emission factors from the Ministry of Environment and Forestry (2022), integrated with land cover data classified from Sentinel-2 imagery. The results show a decreasing trend in carbon stock, leaving approximately ±225 million tons of CO₂ by 2024, while NDVI increased until 2021 and then declined toward the end of the study period. The relationship between both variables yielded a correlation coefficient (r) of 0.626 (moderate positive) and a coefficient of determination (R²) of 0.392. These findings indicate that the decline in carbon stock cannot be explained solely by changes in vegetation density and is likely influenced by land cover conversion or other processes not directly reflected in NDVI values. This study also compares the 2024 carbon stock with projected annual emissions outlined in the Net Zero Emissions Strategy for IKN 2045. Although the carbon stock is quantitatively much larger (±4.38 million tons CO₂eq), it is a static value and does not represent active absorption capacity. Therefore, protecting areas with high carbon stock is essential in addressing future emission burdens. The implications suggest that areas with high carbon intensity should be prioritized as ecological protection zones in spatial planning to maintain carbon stability and microclimatic function. Conversely, areas with low to moderate carbon intensity require restorative approaches such as greening, reforestation, or ecosystem rehabilitation. The findings of this study serve as a reflective input to support land cover control policies and sustainable spatial planning, in alignment with the Forest City concept promoted in IKN’s master plan

Citation



    SERVICES DESK