<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161647">
 <titleInfo>
  <title>PENANGANAN PROLAPSUS UTERI PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DI BBPKH CINAGARA BOGOR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NATASYA ANGGREANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi perah merupakan salah satu komponen penting dalam industri peternakan dan memiliki peranan yang signifikan dalam penyediaan produk susu yang berkualitas tinggi. Di antara berbagai ras sapi perah, sapi Friesian Holstein (FH). Sapi Friesian Holstein (FH) merupakan salah satu ras sapi perah unggulan yang dikenal akan produksi susu yang tinggi. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah mengetahui cara penanganan dan perawatan prolapsus uteri pada sapi FH di BBPKH Cinagara Bogor. Prolapsus uteri pada sapi merupakan kondisi medis yang serius, di mana uterus keluar dari rongga abdomen dan menggantung di vulva, sering terjadi setelah proses partus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus prolapsus uteri pada sapi betina jenis Friesian Holstain bernama Hani, berumur 7 tahun, dengan berat 328 kg. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya uterus yang menggantung dan hewan sering berbaring. Tindakan operasi dilakukan dengan reposisi uterus dan penjahitan vulva menggunakan metode jahitan Buhner. Pasca operasi, perawatan intensif dilakukan selama empat minggu, termasuk pemberian antibiotik, antiinflamasi, dan vitamin untuk mendukung pemulihan. Hasil pemantauan menunjukkan tidak adanya prolapsus berulang dan sapi kembali sehat setelah perawatan. Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen pakan dan perawatan pasca operasi untuk mencegah terjadinya prolapsus uteri pada sapi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 14:21:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 14:48:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>