Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MODALITAS ANGGOTA LEGISLATIF TERPILIH TANPA POLITIK UANG PADA PEMILU 2024 DI KOTA SABANG
Pengarang
NADA AFRA NABILLA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110104010094
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Di Kota Sabang praktik politik uang sudah dianggap sebagai hal lumrah dalam proses demokrasi yang di maknai sebagai bantuan, infaq dan sadaqah. Ketika politik uang menjadi hal utama dalam memilih calon legislatif, maka kapabilitas seseorang tidak menjadi pertimbangan dalam pemilu. Hal demikian membuat demokrasi di Kota Sabang menjadi mengabaikan nilai dan etika dalam proses pemenangan yang seharusnya dimaksimalkan pada tiga modal yaitu modal sosial, modal budaya dan modal ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan modalitas serta hambatan anggota legislatif dalam memenangkan pemilu legislatif 2024 di Kota Sabang tanpa menggunakan politik uang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modalitas yang dikemukakan oleh Pieere Bourdieu. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial menjadi kekuatan utama melalui tindakan yang nyata, kepedulian yang tulus, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial. Modal budaya memainkan peranan penting melalui nilai-nilai pengalaman sosial, pendidikan serta dukungan keluarga dan lingkungan. Modal ekonomi memiliki peranan penting untuk mendukung mobilisasi pemilih, memperkuat posisi politik dengan alat kampanye dan menciptakan loyalitas. Faktor penghambat calon legislatif dalam pemilu di Kota Sabang yaitu rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap calon legislatif dan adanya black campaign terhadap calon legislatif.
Kata Kunci: Politik uang; Modalitas; Calon Legislatif;
In Sabang City, the practice of money politics has been considered a common thing in the democratic process which is interpreted as assistance, infaq and sadaqah. When money politics becomes the main thing in choosing legislative candidates, then a person's capability is not a consideration in the election. This makes democracy in Sabang City neglect the values and ethics in the winning process which should be maximized on three capitals, namely social capital, cultural capital and economic capital. This study aims to determine and explain the modalities and obstacles of legislative members in winning the 2024 legislative elections in Sabang City without using money politics. The theory used in this research is the theory of modality proposed by Pieere Bourdieu. This research method uses qualitative methods. Data collection techniques using interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and conclusion drawing/verification. The research results show that social capital is a major force through real action, genuine concern, and active involvement in social life. Cultural capital plays an important role through the values of social experience, education and family and neighborhood support. Economic capital has an important role to support voter mobilization, strengthen political positions with campaign tools and create loyalty. The inhibiting factors for legislative candidates in elections in Sabang City are low public trust in legislative candidates and black campaigns against legislative candidates. Keywords: Money Politics; Modalities; Legislative Candidates;
FAKTOR PRAKTIK POLITIK UANG DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF DI NAGARI UJUNG GADING KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2024 (Ainil Fitrina, 2025)
ANALISIS MODALITAS DALAM KEMENANGAN M. PRIYA NYONA FEBY PADA PEMILU LEGISLATIF ACEH BARAT TAHUN 2024 (ARIF SETIAWAN, 2026)
PENGARUH PRAKTIK POLITIK TRANSAKSIONAL TERHADAP RASIONALITAS PEMILIH PADA PEMILU TAHUN 2024 DI KOTA LANGSA (KHAIRUNISA, 2025)
KEKALAHAN CALON LEGISLATIF PEREMPUAN DARI PARTAI ACEH PADA PEMILU LEGISLATIF DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014 (Muh.ikramullah, 2017)
MOTIVASI MANTAN KEUCHIK MENCALONKAN DIRI MENJADI ANGGOTA LEGISLATIF TAHUN 2014 DI KABUPATEN BIREUEN (FAROQ AL ANBARI, 2015)