<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161569">
 <titleInfo>
  <title>PENANGANAN ASITES PADA ANJING DOMESTIK (CANIS LUPUS FAMILIARIS) DI UPTD RUMAH SAKIT HEWAN SUMATERA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI WIDIA NINGSIH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asites merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan akumulasi cairan abnormal di dalam rongga abdomen. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan sistemik seperti penyakit hati, kelainan metabolik, infeksi, atau proses neoplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses diagnosis dan penanganan kasus asites pada seekor anjing jantan ras domestik berusia 9 tahun dengan berat badan 23 kg yang dibawa ke UPTD Rumah Sakit Hewan Sumatera Barat dengan keluhan pembesaran pada bagian abdomen. Metode pemeriksaan yang digunakan meliputi pemeriksaan fisik secara langsung, khususnya palpasi abdomen, serta pemeriksaan penunjang berupa analisis hematologi dan kimia darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cairan bebas di rongga abdomen yang terdeteksi melalui palpasi dan uji gelombang cairan. Pemeriksaan hematologi dan kimia darah menunjukkan adanya indikasi gangguan fungsi organ yang mendasari terjadinya asites. Penanganan dilakukan dengan tindakan evakuasi cairan secara aseptik dari rongga abdomen dan pemberian terapi suportif melalui obat-obatan yang diberikan secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan asites pada anjing memerlukan tindakan langsung berupa abdominosentesis untuk mengurangi akumulasi cairan di rongga abdomen, serta terapi lanjutan menggunakan obat injeksi dan oral guna mendukung penyembuhan sistemik. Keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada kepatuhan pemilik dalam pemberian obat secara rutin. Tanpa terapi lanjutan, cairan akan kembali menumpuk dan memperburuk kondisi pasien. Oleh karena itu, kolaborasi antara dokter hewan dan pemilik hewan, serta edukasi mengenai pentingnya terapi, menjadi kunci utama dalam pengelolaan klinis kasus asites pada anjing secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Abdomen, abdominosintesis, hematologi, pemeriksaan fisik.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:55:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 15:14:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>