<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161553">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FENOMENA HUBUNG SINGKAT SIMETRIS DAN ASIMETRIS PADA SISTEM TRANSMISI TENAGA LISTRIK SUBSISTEM ACEH MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADITYA RAHMAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak - Sistem tenaga listrik rentan terhadap gangguan akibat berbagai faktor eksternal yang menyebabkan hubungan antar fasa atau antara fasa dengan tanah, seperti angin kencang atau pohon tumbang. Gangguan ini tidak hanya mengganggu kontinuitas suplai daya, tetapi juga berpotensi merusak peralatan dan membahayakan keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons sistem transmisi terhadap berbagai skenario gangguan serta mengevaluasi pengaruh impedansi dan konfigurasi pentanahan transformator terhadap besarnya arus gangguan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan komponen simetris berdasarkan metode C.L. Fortescue yang diimplementasikan dalam simulasi perangkat lunak ETAP, dengan perhitungan arus gangguan mengacu pada standar IEC 60909 dan IEC 61363. Pendekatan ini memungkinkan pemisahan karakteristik gangguan menjadi komponen urutan positif, negatif, dan nol sehingga memberikan gambaran yang lebih representatif terhadap kondisi aktual sistem. Hasil simulasi menunjukkan bahwa arus gangguan sangat dipengaruhi oleh lokasi serta parameter teknis sistem. Di Bus Nagan Raya, yang terhubung langsung ke pembangkit 220 MW, gangguan Satu Fasa ke Tanah menghasilkan arus puncak tertinggi sebesar 10,115 kA. Panjang saluran juga memengaruhi nilai arus, seperti pada Bus Banda Aceh dengan saluran 36 km yang menghasilkan arus 1,948 kA, sementara saluran 77 km ke Sigli hanya 1,269 kA. Di GITET Ulee Kareng, arus dari koneksi 275 kV lebih besar dibandingkan koneksi 150 kV. Penerapan standar IEC 61363 menunjukkan bahwa komponen DC (Idc) mendominasi pada fase subtransien dan kemudian menurun menuju kondisi tunak. Selain itu, dalam kondisi tertentu, gangguan Asimetris seperti Satu Fasa ke Tanah dapat menghasilkan arus puncak yang lebih besar dibanding gangguan Simetris. Pendekatan ini menunjukkan sensitivitas sistem terhadap parameter teknis seperti impedansi dan pentanahan, sekaligus memberikan dasar yang kuat dalam pengembangan rancangan sistem proteksi berbasis pemahaman mendalam terhadap komponen arus gangguan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Aceh, Gangguan Simetris, Gangguan Asimetris, Fortescue, ETAP, IEC. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161553</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:45:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 15:03:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>