<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161539">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEDUDUKAN PANGAN TERHADAP INFLASI DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sunarso. CH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>1997</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Harga  merupakan  besaran  ekonomi,  yang merupakan  salah satu penentu  ada tidaknya keseimbangan intern (internal balance), khususnya dalam rangka penentuan   dan  pengendalian  laju  inflasi.    Umumnya  besaran  ekonomi  yang selalu   ramai    dibicarakan  adalah  harga   dan     laju  inflasi.   Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga-harga barang   secara    umum dan terus menerus. Karena  inflasi merupakan  salah  satu bentuk  penyakit  ekonomi,  langkah  untuk mengantisipasi  inflasi merupakan  salah satu fokus dari kebijakan  ekonomi yaitu kebijakan  stabilisasi harga atau kebijakan untuk mencapai keseimbangan intern.&#13;
&#13;
          Penelitian  yang berkenaan  dengan  inflasi ini diharapkan  dapat  berman­ faat  bagi  otorita   moneter   dalam  menetapkan     kebijakan  stabilisasi harga  di Indonesia.    Hasil penelitian  ini  menunjukkan  dari  tahun  1970 sampai  dengan tahun   1994,  penyumbang   utama       inflasi  agregat  adalah  kelompok  pangan, perumahan  dan aneka  barang  dan jasa.     Inflasi pangan  dapat  secara  langsung mendorong  inflasi barang  lainnya atau dijadikan sebagai dasar pembentukan ekspektasi  inflasi agregat untuk  masa datang.   Peningkatan  uang beredar  hanya untuk  mengakomodasi   inflasi    akibat    gejolak    harga  pangan,  devaluasi  dan kenaikan  harga BBM,   bukan   merupakan   faktor penyebab inflasi di Indonesia. Komoditi  pangan  cukup  besar  pengaruhnya  terhadap  inflasi agregat.    Ini dapat dimaklumi   karena   beras  merupakan   kebutuhan  pangan  pokok  bagi  sebagian besar rakyat Indonesia.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161539</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:32:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:32:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>