<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161499">
 <titleInfo>
  <title>EFEK MOLARITAS NAOH TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR PASTA GEOPOLIMER BERBASIS TANAH DIATOMAE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Farid Fauzan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton merupakan material konstruksi yang paling umum digunakan karena kekuatan mekaniknya yang tinggi dan biaya yang relatif terjangkau. Namun, penggunaan semen portland sebagai bahan pengikat utama dalam beton menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar, yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Geopolimer merupakan salah satu alternatif material yang lebih ramah lingkungan, dengan memanfaatkan material kaya silika dan alumina yang diaktivasi menggunakan larutan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan molaritas larutan natrium hidroksida (NaOH) terhadap sifat mekanik dan fisis pasta geopolimer berbasis tanah diatomae. Variasi molaritas NaOH yang digunakan adalah 10M, 12M, dan 14M dengan rasio NaOH:Na₂SiO₃ sebesar 1:2. Tanah diatomae yang digunakaan pada penelitian ini berbentuk seperti sarang lebah yang memiliki fasa kristalin dan mengandung silika sebesar 44%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa molaritas NaOH mempengaruhi kuat tekan, kuat lentur, flowability, dan initial setting time pasta geopolimer. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh pada molaritas 10 M sebesar 9,602 MPa, diikuti oleh 14 M sebesar 8,932 MPa, dan 12M sebesar 7,927 MPa. Kuat lentur tertinggi juga diperoleh pada molaritas 10M sebesar 1,586 MPa, diikuti oleh 14M sebesar 1,510 MPa, dan 12M sebesar 1,051 MPa. Uji flow menunjukkan nilai tertinggi pada molaritas 12M sebesar 10,13%, diikuti oleh 14M sebesar 7,89%, dan terendah pada 10M sebesar 5,41%. Sementara itu, initial setting time terlama terjadi pada molaritas 10M selama 270 menit, diikuti oleh 12M selama 150 menit, dan tercepat pada 14M selama 90 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan molaritas NaOH tidak selalu memberikan peningkatan kekuatan mekanik, dan secara signifikan memengaruhi sifat fisis campuran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan molaritas larutan NaOH tidak selalu sejalan dengan peningkatan kekuatan mekanik, namun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisis pasta geopolimer.&#13;
&#13;
Kata kunci: Geopolimer, Tanah Diatomae, NaOH, Molaritas, Kuat Tekan, Kuat Lentu&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161499</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:10:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 14:22:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>