IDENTIFIKASI KOMODITI PELAGIS KECIL DAN BESAR (NON-TUNA) PADA PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PPS KUTARAJA, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI KOMODITI PELAGIS KECIL DAN BESAR (NON-TUNA) PADA PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PPS KUTARAJA, BANDA ACEH


Pengarang

T.ZIKRA MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad - 196012311990021005 - Dosen Pembimbing I
Ilham Fajri - 199312232023211014 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2111103010101

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pukat cincin sendiri adalah alat tangkap yang banyak di gunakan oleh nelayan Indonesia. Karakteristik pukat cincin adalah mengurung gerombolan ikan. Saat ini pukat cincin adalah salah satu alat tangkap paling efektif untuk menangkap ikan bergerombol. Efektivitas pengoperasian pukat cincin ditentukan oleh kecepatan melingkar jaring, kecepatan tenggelam jaring untuk segera membentuk dinding guna menahan gerak kelompok ikan keluar secara horizontal, serta kecepatan untuk menarik tali kolor (purse line) untuk menahan larinya ikan ke arah vertikal (bagian bawah jaring). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan pelagis kecil dan besar (non-tuna) serta mengetahui komposisi dominan hasil tangkapan yang didaratkan oleh alat tangkap pukat cincin (purse seine) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan teknik purposive sampling selama Januari–Maret 2025. Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi ikan dan literatur pendukung, sementara komposisi dihitung berdasarkan volume hasil tangkapan masing-masing spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis ikan pelagis non-tuna yang berhasil diidentifikasi, di antaranya adalah Cakalang (Katsuwonus pelamis), Layang Biru (Decapterus macarellus), Tongkol Krei (Auxis thazard), dan Tongkol Komo (Euthynnus affinis). Komposisi tangkapan didominasi oleh Cakalang (35,93%) dan Layang Biru (28,61%), yang menunjukkan potensi ekonomi tinggi dari spesies tersebut. Kendala utama dalam identifikasi adalah adanya perbedaan nama lokal serta kemiripan morfologi antar spesies, terutama dalam famili Scombridae. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan data dasar bagi pengelolaan perikanan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kata kunci : Identifikasi, Komposisi, Ikan pelagis, non-tuna, pukat cincin, PPS

Purse seine is a fishing gear widely used by Indonesian fishers. The main characteristic of purse seine is its ability to encircle schools of fish. Currently, purse seine is considered one of the most effective fishing gears for catching schooling fish. The effectiveness of purse seine operation depends on the speed at which the net encircles the fish, the sinking speed of the net to quickly form a wall that prevents the horizontal escape of the fish, and the speed of pulling the purse line to prevent vertical escape (towards the bottom of the net). This study aims to identify the types of small and large pelagic (non-tuna) fish and to determine the dominant composition of catches landed by purse seine gear at the Oceanic Fishing Port (PPS) Kutaraja, Banda Aceh. The method used was descriptive-exploratory with purposive sampling conducted from January to March 2025. Identification was based on fish morphology and supporting literature, while composition was calculated based on the catch volume of each species. The results showed that ten non-tuna pelagic fish species were successfully identified, including Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis), Mackerel Scad (Decapterus macarellus), Frigate Mackerel (Auxis thazard), and Eastern Little Tuna (Euthynnus affinis). The catch composition was dominated by Skipjack Tuna (35.93%) and Mackerel Scad (28.61%), indicating the high economic potential of these species. The main challenge in identification was the presence of different local names and morphological similarities among species, especially within the Scombridae family. This study is expected to provide scientific contributions and baseline data for sustainable fisheries management, particularly in supporting the Measured Fishing Policy (Penangkapan Ikan Terukur/PIT) by the Ministry of Marine Affairs and Fisheries. Keywords: Identification, Composition, Pelagic fish, Non-tuna, Purse seine, PPS Kutaraja

Citation



    SERVICES DESK