<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161483">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT KESADARAN REMAJA DAN ORANG TUA TERHADAP KELAINAN PROFIL WAJAH REMAJA DENGAN NILAI UKUR ESTHETIC LINE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEWI AULIA PRATIWI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Profil wajah merupakan aset penting saat mendiagnosis dan merencanakan perawatan ortodonti. Profil wajah dapat dianalisis menggunakan metode Ricketts dengan nilai ukur esthetic line (e-line). Remaja berada pada fase identity vs. role confusion, sehingga remaja lebih memperhatikan penampilan fisik termasuk profil wajah. Pada usia remaja awal (11 – 14 tahun), manusia mengalami percepatan pertumbuhan (growth spurt), hal ini mempengaruhi terjadinya kelainan profil wajah. Tingkat kesadaran remaja terhadap kondisi ini, serta dukungan orang tua, berperan dalam mengoptimalkan waktu ideal perawatan ortodonti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran remaja dan orang tua terhadap kelainan profil wajah remaja dengan nilai ukur e-line. Penelitian ini melibatkan 85 remaja berusia 11–14 tahun di SDN 1 Mata Ie dan SMPN 1 Darul Imarah beserta orang tua atau wali mereka. Data diperoleh melalui kuesioner tingkat kesadaran terhadap kelainan profil wajah remaja yang terdiri dari 10 pertanyaan, dengan hasil yang dikategorikan ke dalam tingkat kesadaran tinggi dan rendah menggunakan perhitungan rumus interval. Analisis foto klinis profil wajah dilakukan menggunakan software ImageJ, berdasarkan metode Ricketts yaitu dengan menghitung jarak Ls (Labrale Superior) dan Li (Labrale Inferior) terhadap e-line. Profil wajah diidentifikasi menjadi cembung, normal/lurus, dan cekung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran terhadap kelainan profil wajah berada pada kategori tinggi, baik pada tingkat kesadaran remaja (74,1%) maupun tingkat kesadaran orang tua (91,8%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161483</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:01:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:02:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>