<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161475">
 <titleInfo>
  <title>EVALUSI ARAH RUNWAY EXISTING BANDAR UDARA SULTAN ISKANDAR MUDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FATHIR MUHAMMAD DAFFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) merupakan bandara internasional yang berperan penting dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika perubahan iklim, evaluasi terhadap orientasi landasan pacu (runway) menjadi penting untuk menjamin keselamatan serta efisiensi operasional penerbangan. Runway eksisting 17/35 yang dibangun pada tahun 1943 tersebut sudah digunakan selama puluhan tahun tanpa evaluasi yang signifikan terhadap arah angin dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian arah runway eksisting di Bandara SIM terhadap pola angin dominan berdasarkan data historis selama sepuluh tahun (2013–2022). Metode yang digunakan mencakup analisis windrose untuk mengidentifikasi arah dan kecepatan angin dominan, serta perhitungan runway coverage untuk menilai kecocokan arah runway terhadap standar (International Civil Aviation Organization) ICAO. Hasil menunjukkan bahwa arah angin dominan berasal dari sektor barat dan timur laut dengan kecepatan 3,6–8,8 m/s. Runway eksisting (17/35) hanya memiliki coverage sebesar 91,52%, di bawah standar minimum ICAO sebesar 95%. Alternatif orientasi runway 08/26 menunjukkan coverage sebesar 98,91%. Perhitungan kebutuhan panjang landasan untuk pesawat kritis Boeing 777-300ER menunjukkan panjang ideal sebesar 3.500 meter. Temuan ini memberikan rekomendasi perubahan orientasi runway guna meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional, serta menjadi dasar perencanaan infrastruktur bandara ke depan.&#13;
&#13;
Kata kunci; orientasi runway, runway coverage, crosswind, windrose</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161475</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:58:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:00:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>