<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161447">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SALURAN DRAINASE MENGGUNAKAN PEMODELAN STORM WATER MANAGEMENT MODEL (SWMM) 5.2 STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>JEUMPET AJUEN ACEH BESAR</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSA BILLA ZAHRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Desa Jeumpet Ajuen merupakan salah satu desa di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, yang mengalami banjir cukup parah pada 2017 lalu dengan ketinggian air bervariasi antara 20-50 cm. Banjir tersebut terjadi karena saluran drainase tidak mampu menampung debit intensitas hujan yang tinggi, sehingga mengakibatkan luapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran drainase di Desa Jeumpet Ajuen terhadap debit banjir rencana kala ulang Q_5, Q_10, dan Q_25menggunakan pemodelan Storm Water Management Model (SWMM) 5.2 serta untuk mengetahui kinerja saluran drainase eksisting di lapangan. Objek pada penelitian ini adalah saluran primer kiri dan kanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rasional modifikasi dan pemodelan SWMM 5.2 untuk menganalisa terjadinya genangan dan kapasitas saluran primer. Hasil dari simulasi tersebut menunjukkan kondisi saluran drainase eksisting mengalami luapan pada beberapa titik. Volume luapan terbesar terjadi pada saluran kanan titik S-9 Ka nilai Q_s sebesar 5.413 m³/det sedangkan nilai banjir rencana mencapai Q_2 4,638 m³/det, Q_5 6,211 m³/det, Q_10 7,213 m³/det, dan Q_25  8,440 m³/det dengan lama luapan lebih dari 4 jam. Saluran kiri mengalami titik kritis pada S-8 Ki debit banjir Q_2 4,528 m³/det, Q_5 6,064 m³/det, Q_107,041 m³/det, Q_258,239 m³/det. Hasil dari analisis dan simulasi SWMM bahwa perbandingan antara nilai kapasitas saluran (Q_s) dan debit banjir rencana (Q), kondisi saluran mengalamiQ_s &lt; Q hal ini menunjukkan bahwa saluran tidak dapat menampung nilai debit banjir rencana sehingga terjadi luapan dan banjir lokal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:44:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 12:02:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>