<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161425">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KADAR LUMPUR TERBADAP SIFAT MEKANIS MORTAR DAN PERILAKU PELAT FEROSEMEN YANG DIBEBANI TARIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Giovani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ferosemen  adalah bahan konstruksi  yang terbuat dari campuran  semen,  pasir, dan air dan diberi kawat jala halus. Aspek yang ditinjau  adalah kadar lumpur dalam agregat   pasir,  pengaruhnya  terhadap   sifat  mekanis   mortar,   serta  perilaku  pelat ferosemen.  Penelitian  dilakukan dengan  mempersiapkan mortar dari  3 jenis kondisi pasir dengan kadar  lumpur yang berbeda.  Benda uji kubus dengan ukuran  100 mm x  100 mm untuk uji kuat tekan mortar, silinder diameter  150 mm tinggi 300 mm untuk uji  tarik  belah  mortar,   dan  untuk  mendapatkan  perilaku   pelat  ferosemen  yang  dibebani tarik dibuat  benda uji pelat dengan ukuran 400 x 100 x 20mm. Benda uji pelat ferosemen  diberi tulangan kawat jala sebanyak  4 lapis. Hasil pengujian terhadap sifat mekanis  mortar  menunjukan  bahwa  kualitas  pasir  mempengaruhi  sifat fisis mortar tersebut.   Ini dapat  terlihat  dengan  menurunnya   kuat  tekan  dan  kuat  tarik  mortar tersebut.  Dari  hasil  pengujian  kuat  tekan  untuk  pasir  bersih  PSB  f=290 kg/cm, untuk pasir  lumpur  3% PSL3% turun    24.13%  dari  PSB,  sedangkan  untuk  pasir lumpur  8% PSL 8% turun 40,80% dari PSB. Dari pengujian  tarik  belah  pada pasir PSB didapat ft=34.68 kg/cm, sedangkan untuk PSL3% turun 23.47% dari PSB, dan untuk  PSL  8% turun  42.86% dari  PSB.  Hasil pengujian  terhadap pelat  ferosemen didapat  bahwa mutu mortar mempengaruhi  kekuatan  ferosemen, terutama pada beban saat retak awal terjadi. Behan retak awal serta tegangan dan regangan pelat ferosemen yang  didapat  semakin  menurun  seiring  dengan  bertambahnya  kadar  lumpur  pada pasir.  Kualitas  pasir juga mempengaruhi  jumlah retak yang terjadi pada pelat,  yaitu semakin baik kualitas pasir semakin sedikit retak yang timbul.&#13;
&#13;
Kata kunci : Ferosemen, kadar lumpur, agregat  pasir, kuat tekan, kuat tarik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161425</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:28:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:28:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>