<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161397">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KUALITAS CITARASA KOPI   ARABIKA ORGANIK PADA BEBERAPA KETINGGIAN TEMPAT DAN CARA PENGOLAHAN DI DATARAN TINGGI GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Wahyuni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi Arabika dapat dijumpai di dataran tinggi Gayo. Beberapa  varietas kopi Arabika umumnya  di budidayakan dan dikembangkan pada ketinggian tempat  yang sama yang menyebabkan mulai hilangnya citarasa khas (unik) kopi Arabika dataran tinggi  Gayo.  Penelitian  ini  bertujuan  menetapkan   varietas  unggul  kopi  Arabika organik yang mempunyai  citarasa unik pada berbagai  ketinggian  tempat  dan cara pengolahannya  di  dataran  tinggi  Gayo.  Ada  lima  varietas  kopi  Arabika,  yaitu  : (Borbor, Bergendal, Ateng Super, Tim-Tim dan Lini-S) yang diamati pada masing- masing ketinggian tempat; (1. &lt; 1.000 meter, 2. 1.000- 1.200 meter, 3. 1.200 - 1.400 meter dan 4. &gt; 1.400 meter di atas permukaan laut). Metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis deskritif. Berdasarkan peta ketinggian tempat, penggunaan  lahan  dan varietas kopi  yang  ditemui  maka  diperoleh  pada  20 tapak pengamatan. Pada setiap tapak pengamatan  dilakukan identifikasi  varietas, pengambilan   contoh   gelondong   merah   buah   kopi   dan   contoh   tanah.   Untuk menentukan ketinggian tempat yang ideal serta masing-masing varietas-varietas  kopi Arabika dilakukan analisis gerombol, analisis korelasi antar karakteristik lahan yang dilanjutkan dengan  regresi  berganda.  Berdasarkan  hasil  evaluasi  citarasa  varietas kopi  Arabika  dan  ketinggian  tempat  menunjukkan varietas  Borbor  sesuai  pada ketinggian  tempat  &gt;  1.400 meter  diatas  permukaan  laut,  varietas  Tim-Tim  pada ketinggian tempat &lt; 1.200 meter diatas permukaan laut dan Ateng Super pada semua ketinggian tempat 1.200-  1 .400 meter diatas permukaan laut.  Pengolahan biji kopi Arabika  organik yang menghasilkan  mutu  kualitas  citarasa yang terbaik  dan khas (unik)  adalah pengolahan  basah cara basah. Hasil analisis regresi berganda .antara karakteristik  lahan  dengan  kriteria  citarasa kopi  Arabika  pengolahan  basah  cara&#13;
basah diperoleh hubungan yang sangat erat (R) adalah 0,894. Penentu citarasa yang terbaik dan unik adalah Ketinggian tempat,  iklim dan Pengolahan biji kopi Arabika&#13;
organik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci :  kopi Arabika, ketinggian tempat, pengolahan dan kualitas citarasa&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161397</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:12:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:12:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>