<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161393">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PEMENUHAN DAYA  BEBAN LISTRIK KRITIS RSUD TAPAKTUAN MENGGUNAKAN PLTS HYBRID ROOFTOP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alwy Husaini Siddiq</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RSUD Tapaktuan sebagai fasilitas kesehatan utama di Aceh Selatan memerlukan pasokan listrik yang handal dan berkelanjutan, khususnya untuk ruang-ruang kritis seperti ICU, ruang operasi, dan radiologi. Ketersediaan listrik dari PLN yang kerap mengalami gangguan menjadi tantangan utama dalam menjaga kontinuitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini mengusulkan solusi menggunakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid rooftop guna meningkatkan keandalan suplai listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap PLN. Perancangan sistem ini dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak MATLAB dan HOMER untuk menentukan konfigurasi sistem yang optimal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi PLTS sebesar 131 kW, 34 unit baterai, dan inverter 132 kW mampu memenuhi kebutuhan dalam berbagai kondisi dengan emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan sistem berbasis PLN murni. Secara teknis dan ekonomi, sistem PLTS hybrid ini terbukti layak diimplementasikan, dengan nilai NPC sebesar Rp. 4.814.136.175, NPV sebesar Rp. 3.663.014.779, Payback Period selama 5 tahun dan COE sebesar Rp.232,719 /kWh, serta waktu pengembalian investasi selama 6,6 tahun. Sistem ini berhasil menjaga status SOC baterai dalam batas aman selama siklus pengisian dan pengosongan harian, memastikan umur pakai komponen tetap terjaga. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi penting bagi perencanaan energi terbarukan di fasilitas layanan kesehatan serupa di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161393</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:09:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:11:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>