<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161387">
 <titleInfo>
  <title>MITIGASI RISIKO PERENCANAAN PENGADAAN MATERIAL REPAIR DAN OPERATION DENGAN INTEGRASI METODE HOUSE OF RISK DAN CRITICALITY RANKING ASSESMENT  BERDASARKAN FAILURE MODE EﬀECT ANALYSIS (STUDI KASUS DI PT. PIM).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firdaus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Ketersediaan suku cadang merupakan salah satu syarat untuk menjaga keandalan industri. Oleh karena itu, prosedur pengadaan suku cadang perusahaan harus berhasil dan efisien. Namun, kejadian risiko yang berdampak buruk dalam jangka pendek maupun jangka panjang tetap mungkin terjadi meskipun aktivitas rantai pasok proses pengadaan suku cadang rumit, yang melibatkan banyak pihak, dan ketidakpastian yang muncul akibat perubahan dinamis yang sangat cepat. Menemukan risiko operasional dalam pembelian suku cadang MRO dan mengidentifikasi strategi lain untuk memitigasi risiko ketidaktersediaan suku cadang merupakan tujuan utama studi ini. Untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko, serta merumuskan tindakan mitigasi agen risiko prioritas berdasarkan nilai Aggregate Risk Potency (ARP) yang dapat menghambat pembentukan agen risiko, studi ini menggunakan metode House of Risk (HOR). 26 kejadian risiko dan 25 penyebab risiko diidentifikasi dari hasil studi. Nilai ARP terbesar digunakan untuk memilih agen risiko prioritas. Metode analisis Pareto digunakan untuk menghasilkan 14 agen risiko, yang memiliki dampak sebesar 81,32% terhadap munculnya peristiwa risiko. Munculnya risiko agen dalam rantai pasokan proses pengadaan suku cadang MRO dapat dikurangi dengan menerapkan 9 strategi mitigasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Supply Chain, House of Risk (HOR), Agen Risko, ARP, Aksi Mitigasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161387</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:07:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:18:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>