<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161367">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN STADION SEPAK BOLA INTERNASIONAL DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anisa Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, telah menyatakan &#13;
komitmen untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2034. &#13;
Salah satu syarat utama yang ditetapkan oleh FIFA adalah tersedianya 8–10 stadion &#13;
dengan kapasitas minimal 40.000 penonton, serta satu stadion berkapasitas 80.000 &#13;
penonton untuk pertandingan final. Aceh Besar, sebagai wilayah yang memiliki &#13;
potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru setelah Banda Aceh, &#13;
dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadi lokasi pembangunan stadion &#13;
berskala internasional. Penyelenggaraan event olahraga berskala besar terbukti &#13;
mampu meningkatkan pengeluaran wisatawan sebesar 30–40% di kota tuan rumah, &#13;
sehingga mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, restoran, dan transportasi &#13;
lokal. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur olahraga tidak hanya bermanfaat &#13;
secara ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan minat dan bakat &#13;
olahraga generasi muda. &#13;
Sebagai respons terhadap peluang ini, perancangan stadion sepak bola &#13;
berstandar internasional di Aceh Besar dilakukan dengan pendekatan arsitektur &#13;
kontemporer yang berpadu dengan kearifan lokal, guna menciptakan identitas &#13;
visual yang kuat serta relevan secara budaya. Perancangan ini diharapkan dapat &#13;
menjadi ikon arsitektur baru yang mendukung pengembangan kawasan sekaligus &#13;
memenuhi standar FIFA. &#13;
Kata Kunci : Stadion Sepak Bola Internasional, Aceh Besar, Piala Dunia 2034, &#13;
Arsitektur Kontemporer.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCCER</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STADIUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.827</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161367</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:01:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 11:25:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>