<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161343">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SKEMA OPERASIONAL PABRIK MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE DENGAN ALGORITMA C4.5 RN(STUDI KASUS HYDROGEN PEROXIDE PLANT PT PIM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendra Muzawwir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Reaktivasi aset industri yang tidak beroperasi merupakan strategi esensial dalam optimalisasi portofolio aset, terutama pada sektor petrokimia yang sarat modal dan berisiko tinggi. PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) dalam kerangka pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe menghadapi tantangan strategis dalam memilih skema operasional paling efisien dan bernilai tambah untuk mengaktifkan kembali Pabrik Hydrogen Peroxide (H₂O₂) eks-PT AAF. Tiga skema dianalisis sewa, kerja sama operasi (KSO) dan swakelola yang masing-masing memiliki implikasi berbeda terhadap struktur kontrol, potensi keuntungan dan eksposur risiko. Pendekatan berbasis intuisi tidak mencukupi, diperlukan kerangka evaluasi yang mampu mengintegrasikan indikator ekonomi dan risiko secara sistematis dan berbasis data.&#13;
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan operasional melalui indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP) serta dua dimensi risiko utama risiko operasional dan risiko pasar dengan memanfaatkan algoritma decision tree C4.5 sebagai alat klasifikasi. Data sekunder dari studi kelayakan PT PIM dikonversi ke format kategorikal untuk kemudian dianalisis melalui perhitungan entropy, information gain, dan gain ratio guna membentuk struktur pohon keputusan.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa risiko pasar merupakan atribut paling dominan dalam penentuan klasifikasi kelayakan, mengindikasikan bahwa eksposur terhadap dinamika eksternal lebih kritikal dibandingkan efisiensi internal. NPV menjadi indikator ekonomi kunci yang membedakan antara keputusan “Layak” dan “Sangat Layak”. Dari ketiga skema, swakelola teridentifikasi sebagai opsi paling unggul dengan NPV sebesar ±Rp 38,77 miliar, IRR 14,48% dan Payback Period 5,58 tahun serta keunggulan dalam kontrol risiko operasional.&#13;
Model pohon keputusan yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai alat klasifikasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memahami interaksi multivariat antar indikator. Temuan ini membuktikan bahwa algoritma C4.5 mampu menghasilkan kerangka pengambilan keputusan yang preskriptif, akurat, dan aplikatif bagi manajemen aset industri berbasis risiko.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: C4.5, skema operasional, pengambilan keputusan, NPV, risiko pasar, reaktivasi pabrik, H₂O₂.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 10:43:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 10:45:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>