<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161339">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI JUMLAH KAPAL PERIKANAN 5 GT, 10 GT DAN 30 GT BERBASIS POTENSI LESTARI DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHUL ISFAHANI PASYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Undang-undang No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan menegaskan bahwa kebijakan pengelolaan perikanan harus mengacu kepada potensi sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia. Dengan demikian, maka jumlah potensi ikan yang tersedia di suatu wilayah perairan menjadi dasar dalam penentuan kebijakan-kebijakan yang terkait dalam pemanfaatan potensi ikan tersebut. Beberapa faktor yang menyebabkan belum tergarapnya potensi perikanan di Aceh dengan baik diantaranya ialah keterbatasan infrastruktur, minimnya sarana dan prasarana, gangguan faktor produksi seperti kapal, alat tangkap, sumber daya manusia atau nelayan sehingga proses pelaksanaan pengelolaan perikanan tidak berjalan dengan semestinya. Agar pemanfaatan potensi perikanan dapat efisien salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah alokasi kapal penangkap ikan yang beroperasi. Jumlah kapal ikan yang beroperasi diatur agar total hasil tangkapan yang diperolehnya tidak menimbulkan kelangkaan sumber daya ikan di masa depan. Dalam penelitian ini aspek yang dijadikan acuan dalam menentukan jumlah kapal optimum adalah potensi lestari dari perikanan di Aceh, hal ini dimaksudkan agar alokasi jumlah kapal yang dihasilkan tetap mendukung keberlanjutan perikanan di perairan laut Aceh. Adapun lokasi dari penelitian ini adalah PPS Kutaradja. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah ikan yang boleh ditangkap di oleh armada kapal 5 GT adalah 73,429 ton/tahun. Sedangkan jumlah ikan yang boleh ditangkap oleh armada kapal 10 GT sebesar 59,492 ton/tahun dan jumlah ikan yang boleh ditangkap oleh armada kapal 30 GT sebesar1,079×1014 ton/tahun.&#13;
Kata Kunci: Potensi Lestari, PPS Kutaradja, Armada Tangkap</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161339</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 10:41:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 10:48:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>