Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI TERHADAP PERTUMBUHAN WILAYAH PADA KABUPATEN SIMEULUERN(STUDI KASUS: SKP C, KAWASAN TRANSMIGRASI LATIUNG, KECAMATAN TEUPAH SELATAN, KABUPATEN SIMEULUE)
Pengarang
LUNNA SALSABILA NIARFI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zahrul Fuady - 196903192000031001 - Dosen Pembimbing I
Sri Batara Nurfajri Arisaputri - 199607042024062001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2104110010059
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik (S1)., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pengembangan kawasan menjadi salah satu aspek penting dalam pertumbuhan wilayah, salah satunya dapat di capai melalui program pengembangan Kawasan Transmigrasi. Di Kabupaten Simeulue, khususnya pada Kawasan Transmigrasi Latiung yang di tetapkan oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi melalui Keputusan Menteri Nomor: 118 Tahun 2017 sebagai salah satu Kawasan Transmigrasi di Indonesia, masih terdapat Satuan Kawasan Pengembangan (SKP) yang belum memiliki arahan/rencana pengembangan, yaitu pada SKP C. Oleh sebab itu, terdapat 61% wilayah SKP C merupakan lahan yang belum dimanfaatkan atau lahan tidur, sehingga menjadi salah satu faktor penghambat proses pertumbuhan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan kawasan dan merumuskan strategi pola ruang yang mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis spasial, meliputi Analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL), Analisis Kesesuaian Lahan, serta Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Lahan. Data yang digunakan berupa data sekunder dari instansi yang membidangi ketransmigrasian dan instansi yang terkait lainnya serta studi literatur dan data primer dari observasi lapangan. Hasil analisis SKL menunjukkan bahwa 96% wilayah SKP C termasuk dalam kategori potensi pengembangan kelas tinggi, lalu 0,1 % kelas sedang (SKL) dan 3,9% dalam kelas rendah. Selanjutnya, hasil Analisis Kesesuaian Lahan menunjukkan bahwa sebesar 96% wilayah SKP C sesuai untuk pengembangan tanaman semusim, 0,1% sesuai untuk tanaman tahunan dan 3,9% sesuai untuk kawasan penyangga. Selain itu, Hasil analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Lahan menunjukkan bahwa SKP C masih memiliki kapasitas yang memadai untuk pengembangan permukiman, dengan daya tampung lebih dari 20.000 jiwa (5.000 KK), sementara jumlah penduduk saat ini baru mencapai 3.079 jiwa. Strategi pengembangan kawasan SKP C yang direkomendasikan yaitu pembentukan dua Satuan Permukiman (SP), yakni SP-baru dan SP-pugar, serta satu Pusat SKP yang dapat menampung 650 KK. Dengan demikian, SKP C berpotensi dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan wilayah baru melalui pengembangan permukiman, pertanian, dan perkebunan.
Kata kunci: Pertumbuhan wilayah, transmigrasi, pola ruang, pengembangan kawasan, Simeulue
Regional development is a key aspect in driving spatial growth, one of which can be achieved through the development of Transmigration Areas. In Simeulue Regency, particularly within the Latiung Transmigration Area—designated by the Minister of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration through Decree No. 118 of 2017—there remains a Development Area Unit (SKP) without a clear development direction, namely SKP C. Approximately 61% of SKP C consists of underutilized or idle land, which serves as one of the main constraints to regional growth. This study aims to identify the development potential of the area and formulate a spatial development strategy that supports sustainable regional growth. The research employs a quantitative approach through spatial analysis techniques, including Land Capability Unit (SKL) Analysis, Land Suitability Analysis, and Land Carrying Capacity and Supportability Analysis. The data used consist of secondary data from relevant government institutions and literature studies, along with primary data obtained through field observations. The results of the SKL analysis indicate that 96% of SKP C falls into the high development potential category, 0.1% into moderate potential, and 3.9% into low potential. Land Suitability Analysis shows that 96% of the area is suitable for seasonal crops, 0.1% for perennial crops, and 3.9% for buffer zones. Furthermore, the Carrying Capacity and Supportability Analysis reveals that SKP C has sufficient capacity to support settlement development, with the potential to accommodate over 20,000 people (approximately 5,000 households), while the current population stands at only 3,079 people. The recommended spatial development strategy includes the establishment of two Settlement Units (SP), namely a new SP and a revitalized SP (SP-pugar), as well as one central SKP node capable of accommodating up to 650 households. These findings suggest that SKP C holds strong potential to be developed as a new regional growth center through integrated settlement, agricultural, and plantation development. Keywords: Regional Development, transmigration, spatial planning, land suitability, Simeulue
PROFIL MASYARAKAT TRANSMIGRASI DI KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH (Puput Liyawati, 2017)
PEMBINAAN MASYARAKAT TRANSMIGRASI DAN PROSES INTERAKSI ANTARA MASYARAKAT TRANSMIGRASI DENGAN MASYARAKAT DI DESA SIGULAI KECAMATAN SIMEULU BARAT (Wiraya Fitri, 2019)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH ACEH DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN PROVINSI ACEH TAHUN 2018-2021 (STUDI KASUS KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN BARU TRANSMIGRASI DESA SIGULAI KABUPATEN SIMEULUE TAHUN 2017-2020) (YUSRIL YUDI SAFAAT, 2022)
STRATEGI PENGELOLAAN GURITA SKALA KECIL DI KECAMATAN TEUPAH SELATAN, KABUPATEN SIMEULUE (WAWAN SYAPUTRA. AR, 2025)
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI KOTA TERPADU MANDIRI DALAM MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN KAWASAN PEDESAAN (, 2024)