ANALISIS RELIABILITY DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN RELIABILITY BLOCK DIAGRAM (RBD) UNTUK MEMPERPANJANG INTERVAL TURNAROUND PABRIK PADA INDUSTRI PETROKIMIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS RELIABILITY DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN RELIABILITY BLOCK DIAGRAM (RBD) UNTUK MEMPERPANJANG INTERVAL TURNAROUND PABRIK PADA INDUSTRI PETROKIMIA


Pengarang

Teuku Ariandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yuwaldi Away - 196412061990021001 - Dosen Pembimbing I
M. Dirhamsyah - 196210021988111001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104206010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S2) / PDDIKTI : 26101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Industri., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Turnaround merupakan kegiatan pemeliharaan besar yang dilakukan secara periodik pada pabrik petrokimia untuk memastikan keselamatan, keandalan, dan efisiensi operasional. Namun, frekuensi turnaround yang terlalu sering dapat menyebabkan downtime yang signifikan dan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi perpanjangan interval turnaround dengan pendekatan Reliability Block Diagram (RBD) dan Fault Tree Analysis (FTA). RBD digunakan untuk mengevaluasi tingkat keandalan sistem berdasarkan konfigurasi dan kontribusi setiap komponen terhadap fungsi keseluruhan pabrik, sedangkan FTA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab potensial kegagalan sistem secara sistematis. Pemanfaatan perangkat lunak BlockSim digunakan untuk menganalisis keandalan sistem secara kuantitatif dan memodelkan dampak konfigurasi terhadap waktu operasi. Studi kasus dilakukan pada unit utama dalam pabrik petrokimia dengan data historis kegagalan dan pemeliharaan selama sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa komponen kritis memiliki keandalan rendah yang mengurangi potensi perpanjangan interval turnaround. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa komponen kritis memiliki keandalan rendah yang mengurangi potensi perpanjangan interval turnaround. Untuk itu, dilakukan enam skenario perbaikan, yaitu penerapan corrective maintenance, penambahan konfigurasi paralel, model load sharing, penerapan preventive maintenance (PM), serta kombinasi PM dengan sistem paralel dan load sharing. Dari simulasi tersebut, skenario kombinasi PM dan load sharing memberikan nilai reliability tertinggi sebesar 0,076 dan availability sebesar 0,812, menunjukkan potensi signifikan dalam memperpanjang interval turnaround. Dengan penguatan strategi pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) dan implementasi sistem pemantauan real-time, interval turnaround dapat diperpanjang tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan keandalan. Penelitian ini memberikan dasar teknis bagi pengambilan keputusan dalam pengelolaan pemeliharaan dan perencanaan operasional pabrik petrokimia.

Kata kunci: turnaround, RBD, FTA, BlockSim, keandalan, pemeliharaan, pabrik petrokimia

Turnaround is a major maintenance activity carried out periodically in petrochemical plants to ensure safety, reliability, and operational efficiency. However, overly frequent turnarounds can result in significant downtime and economic losses. This study aims to analyze the potential for extending turnaround intervals using the Reliability Block Diagram (RBD) and Fault Tree Analysis (FTA) approaches. RBD is used to evaluate system reliability based on the configuration and contribution of each component to the overall plant function, while FTA is used to systematically identify root causes of potential system failures. The BlockSim software is utilized to perform quantitative reliability analysis and to model the impact of different configurations on system operation time. A case study was conducted on a key unit in a petrochemical plant using ten years of historical failure and maintenance data. The analysis showed that several critical components had low reliability, limiting the potential for extending turnaround intervals. To address this, six improvement scenarios were simulated: corrective maintenance, parallel configuration, load sharing model, preventive maintenance (PM), and combinations of PM with parallel configuration and load sharing. From these simulations, the scenario involving the combination of PM and load sharing achieved the highest reliability value of 0.076 and availability of 0.812, indicating significant potential for extending turnaround intervals. With the enhancement of condition-based maintenance strategies and the implementation of real-time monitoring systems, turnaround intervals can be extended without compromising safety and reliability. This study provides a technical foundation for decision-making in maintenance management and operational planning of petrochemical plants. Keywords: turnaround, RBD, FTA, BlockSim, reliability, maintenance, petrochemical plant

Citation



    SERVICES DESK