PERMAINAN MERIAM KARBIT DI GAMPONG MESJID REUBE KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERMAINAN MERIAM KARBIT DI GAMPONG MESJID REUBE KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Sunniati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Dosen Pembimbing I
Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030022

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banyaknya permainan Meriam karbit yang dianggap sebagai karya seni, namun melupakan fungsi yang penuh makna, merupakan fenomena yang ditemukan di masyarakat. Salah satu model permainan yang memasukkan satu makna di dalamnya adalah Meriam karbit, tepatnya di Gampong Mesjid Reube. Tradisi ini masih hidup dan menjadi elemen penting dalam perayaan Idul Fitri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pelaksanaan permainan meriam karbit yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa permainan meriam karbit tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian tradisi, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi ekspresi identitas budaya masyarakat. Permainan ini juga mencerminkan unsur-unsur dari teori Homo Ludens yang dikemukakan Johan Huizinga, yang menegaskan bahwa bermain merupakan bagian penting dari pembentukan serta ekspresi budaya manusia. Dalam pelaksanaannya, permainan ini melibatkan sponsor, properti, suara, dan supporter, serta dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan sukarela oleh para pemuda desa.

Kata Kunci: Permainan Meriam Karbit, Tradisi Lokasl, Budaya, Homo Ludens, Digitalisasi, Gampong Mesjid Reube.

The number of Carbide Cannon games that are considered as works of art, but forget their meaningful functions, is a phenomenon found in the community. One of the game models that includes a meaning in it is the Carbide Cannon, precisely in Gampong Mesjid Reube. This tradition is still alive and is an important element in the Eid celebration. This research aims to describe the form and implementation of carbide cannon games which are part of local cultural heritage. The approach used in this research is descriptive qualitative, with data collection conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis was done through data reduction, presentation, and verification. The findings of the research show that the carbide cannon game not only functions as a form of entertainment, but also functions as a medium for preserving traditions, strengthening social solidarity, and becoming an expression of the community's cultural identity. The game also reflects elements of Johan Huizinga's Homo Ludens theory, which asserts that play is an important part of the formation and expression of human culture. In its implementation, this game involves sponsors, props, sound, and supporters, and is carried out by the community. Keywords: Carbide Cannon Game, Local Tradition, Culture, Homo Ludens, Digitalization, Gampong Mesjid Reube.

Citation



    SERVICES DESK