<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161257">
 <titleInfo>
  <title>PERMAINAN MERIAM KARBIT DI GAMPONG MESJID REUBE KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sunniati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banyaknya permainan Meriam karbit yang dianggap sebagai karya seni, namun melupakan fungsi yang penuh makna, merupakan fenomena yang ditemukan di masyarakat. Salah satu model permainan yang memasukkan satu makna di dalamnya adalah Meriam karbit, tepatnya di Gampong Mesjid Reube. Tradisi ini masih hidup dan menjadi elemen penting dalam perayaan Idul Fitri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan pelaksanaan permainan meriam karbit yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa permainan meriam karbit tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian tradisi, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi ekspresi identitas budaya masyarakat. Permainan ini juga mencerminkan unsur-unsur dari teori Homo Ludens yang dikemukakan Johan Huizinga, yang menegaskan bahwa bermain merupakan bagian penting dari pembentukan serta ekspresi budaya manusia. Dalam pelaksanaannya, permainan ini melibatkan sponsor, properti, suara, dan supporter, serta dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan sukarela oleh para pemuda desa.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Permainan Meriam  Karbit, Tradisi Lokasl, Budaya,  Homo Ludens, Digitalisasi, Gampong Mesjid Reube.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:26:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:30:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>