<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161247">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN NUMERIS PENGARUH BANGUNAN MELINTANG SALURAN DRAINASE TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKA FARDIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan kawasan perkotaan yang pesat sering disertai pembangunan infrastruktur yang kurang terkendali, termasuk bangunan melintang pada saluran drainase. Keberadaan struktur ini dapat mengganggu pola aliran, bangunan melintang juga mengubah distribusi kecepatan dan tekanan aliran secara signifikan. Perubahan kecepatan dapat menimbulkan pergerusan lokal pada dasar dan dinding saluran, terutama di sekitar area hambatan. Zona dengan kecepatan rendah cenderung menjadi tempat pengendapan sedimen yang dapat mengurangi kapasitas saluran dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bangunan melintang terhadap pola aliran, kecepatan, dan tekanan pada saluran drainase. Metode yang digunakan secara numerik yaitu Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) melalui perangkat lunak DualSPHysics. Lima skenario diuji, yaitu tanpa bangunan (kontrol) dan 4 bangunan melintang. Geometri saluran dimodelkan dalam bentuk tiga dimensi menggunakan SketchUp, dan dianalisis secara kuantitatif berdasarkan hasil numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan melintang saluran secara signifikan mempengaruhi karakteristik aliran. Skenario tanpa bangunan menunjukkan kecepatan dan tekanan yang stabil (1,5 m/s dan 6400 Pa). Bangunan melintang di saluran meningkatkan kecepatan hingga 2,7 m/s dan menurunkan tekanan hingga 2000 Pa, mengindikasikan risiko erosi. Sementara itu, pilar dan hambatan simetris menghasilkan aliran lebih terkendali dengan kecepatan 1,8–2,3 m/s dan tekanan 4300–5500 Pa. Dengan demikian, bentuk bangunan perlu diperhatikan dalam perencanaan saluran agar sistem drainase tetap stabil dan efisien.&#13;
Kata kunci: Drainase, DualSPHysics, Bangunan Melintang, Simulasi Numerik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161247</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:18:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:22:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>