<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161227">
 <titleInfo>
  <title>PERAN ANTI NYERI NEUROPATIK PREGABALIN TERHADAP PROSES PROLIFERASI SEL KANKER PROSTAT:</title>
  <subTitle>IN VITRO SEL PC3</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ifanda Nurul Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kanker prostat merupakan kanker terbanyak kedua pada pria, dan sering disertai nyeri neuropatik akibat metastasis tulang atau terapi kanker. Pregabalin dikenal sebagai terapi lini pertama untuk nyeri neuropatik, namun potensi perannya dalam memodulasi proliferasi sel kanker masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pregabalin terhadap proliferasi sel kanker prostat PC3 secara in vitro melalui ekspresi protein Ki67 dan viabilitas sel. Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro dengan rancangan acak lengkap. Sel kanker prostat PC3 dikultur dalam media Ham's F12, lalu diberikan pregabalin pada konsentrasi 8.000 ng/ml, 16.000 ng/ml, 32.000 ng/ml, dan 64.000 ng/ml, masing-masing dengan tiga replikasi pada dua waktu inkubasi: 48 jam dan 72 jam. Proliferasi sel diukur menggunakan ekspresi protein Ki67 melalui metode ELISA, sedangkan viabilitas sel dianalisis dengan uji MTT. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjut Post Hoc pada α = 0,05. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna ekspresi Ki67 antara kelompok kontrol dan perlakuan (p = 0,000), dengan dosis 32.000 ng/ml paling efektif menghambat proliferasi pada 72 jam. Namun, pada 48 jam tidak ditemukan perbedaan bermakna baik pada ekspresi Ki67 maupun viabilitas sel. Hasil ini mengindikasikan bahwa pregabalin dapat memiliki efek antiproliferatif terhadap sel kanker prostat, tergantung pada dosis dan durasi paparan. Temuan ini membuka kemungkinan penggunaan pregabalin tidak hanya sebagai analgesik, tetapi juga sebagai agen tambahan potensial dalam terapi kanker.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:57:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:59:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>