<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161225">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENENTU KEPUTUSAN EVAKUASI UNTUK MENDUKUNG RENCANA TANGGAP DARURAT TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VONA INAYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meskipun telah 20 tahun pasca bencana tsunami berlalu sejak Desember 2004 yang melanda Banda Aceh perilaku kesiapsiagaan masyarakat, khususnya evakuasi masyarakat masih menjadi permasalahan kritis yang mengancam efektivitas respon darurat ketika bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor perilaku yang mempengaruhi keberhasilan evakuasi masyarakat dalam memodelkan baik pada kondisi normal dan pada kondisi darurat yang dapat dipertimbangkan dalam perumusan kondisi tanggap darurat pada kawasan zona merah dari ancaman bahaya tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat di empat kawasan zona merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengekstraksi faktor utama perilaku, kemudian dimodelkan dengan algoritma pohon keputusan Iterative Dichotomiser 3 (ID3) untuk mengidentifikasi pola-pola keputusan evakuasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan evakuasi masyarakat dipengaruhi secara signifikan oleh tiga komponen utama: Interaksi masyarakat terhadap fasilitas fisik dengan memiliki nilai information gain sebesar 0,1471 memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan Interaksi dengan komunitas yang memiliki sebesar 0,0270 dan Tingkat interaksi terhadap pemerintah dengan nilai information gain sebesar 0,0116. Kombinasi ketiga faktor ini membentuk model prediktif perilaku evakuasi yang dapat digunakan untuk memetakan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi tsunami. Implikasi dari penelitian ini memberikan dasar berbasis bukti yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menyusun atau memperbarui rencana kontingensi dan tanggap darurat tsunami. Model yang dihasilkan tidak hanya mendukung perencanaan evakuasi yang lebih akurat, tetapi juga merekomendasikan strategi penguatan kapasitas masyarakat yang berfokus pada aspek perilaku dan sosial sebagai kunci keberhasilan evakuasi. Sehingga mengarah kepada prioritas perilaku fisik beradasarkan hasil analisis PCA.&#13;
&#13;
Kata Kunci: evakuasi tsunami, perilaku masyarakat, PCA, ID3, rencana tanggap darurat, zona merah Kota Banda Aceh. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161225</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:56:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:00:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>