<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161177">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SPASIAL KERENTANAN KEKERINGAN DAN DAYA DUKUNG AIR DI KAWASAN PERI-URBAN KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT DILLA AMALIA FONNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekeringan merupakan bencana ekologis yang berdampak pada penurunan ketersediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran daerah rawan kekeringan serta dampaknya terhadap daya dukung air di Kecamatan Lhoknga, Peukan Bada, dan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis spasial dengan pengolahan data citra satelit melalui platform Google Earth Engine (GEE) dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Indeks kekeringan dihitung menggunakan Standardized Precipitation Index (SPI) dan Normalized Difference Drought Index (NDDI), sedangkan daya dukung air dihitung berdasarkan metode grid skala ragam yang memperhitungkan ketersediaan dan kebutuhan air. Analisis hubungan spasial dilakukan menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR). Berdasarkan hasil analisis SPI, wilayah studi secara umum berada dalam kategori normal dengan total luas sebesar 14.604,67 hektar, yang merupakan mayoritas dari total wilayah studi dan terdapat area kecil seluas ±9,30 hektar yang termasuk dalam kategori kekeringan ekstrem. Hasil analisis NDDI menunjukkan bahwa sekitar 3.887,7 hektar tergolong dalam kategori kekeringan ekstrem, dan 5.212,4 hektar berada pada tingkat kekeringan sedang, dengan dominasi di Kecamatan Lhoknga dan Darul Imarah. Di Peukan Bada, seluas 1.127,8 hektar mengalami kekeringan sedang hingga tinggi, terutama di bagian barat dan tengah. Hasil SPI dan NDDI mengindikasikan bahwa kondisi kekeringan yang terjadi bukan disebabkan oleh rendahnya curah hujan, tetapi akibat dari faktor permukaan. Sebaran daya dukung air menunjukkan bahwa dari keseluruhan luas wilayah studi, terdapat 2.454,68 hektar yang mengalami defisit air dan 12.159,28 hektar yang berada dalam kondisi surplus air. Analisis GWR menghasilkan nilai lokal R² paling tinggi 0,304, dengan nilai residual berkisar antara -1,92 hingga +1,87, menunjukkan bahwa model valid walaupun kekeringan hanya menjelaskan sebagian kecil variasi spasial daya dukung air. Temuan ini mengindikasikan perlunya integrasi variabel struktural lain, seperti konversi lahan dan sprawling. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan peta risiko spasial sebagai dasar kebijakan pengelolaan air berkelanjutan di wilayah yang terdampak.&#13;
Kata kunci : Kekeringan, Google Earth Engine, Daya Dukung Air, Geographically Weighted Regression, Sistem Informasi Geografis, Aceh Besar.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161177</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 06:22:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:35:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>