<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161169">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN PUSAT SENI DAN BUDAYA ACEH DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAITUL HAFIDHA MUHAMMAD</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh memiliki kekayaan seni dan budaya yang tinggi, namun belum memiliki fasilitas representatif yang mampu mewadahi kegiatan edukasi, pelestarian, dan promosi budaya secara terpadu. Seiring meningkatnya arus globalisasi dan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya, kebutuhan akan ruang yang mendukung aktivitas seni dan budaya menjadi semakin mendesak. Saat ini, sanggar-sanggar seni di Banda Aceh masih tersebar dan belum terkoordinasi dengan baik, sementara fasilitas yang tersedia, seperti Taman Budaya Aceh, dinilai belum memadai dari segi kapasitas dan fungsi.&#13;
Menanggapi permasalahan tersebut, perancangan Pusat Seni dan Budaya Aceh diusulkan dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular. Pendekatan ini menggabungkan unsur arsitektur tradisional Aceh dengan prinsip desain modern, untuk menghasilkan bangunan yang fungsional, kontekstual, dan memiliki identitas visual yang kuat. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi, kolaborasi, serta apresiasi budaya lintas generasi, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian identitas budaya Aceh dan pengembangan pariwisata budaya di kawasan tersebut.&#13;
Kata Kunci: Pusat Seni dan Budaya, Banda Aceh, Pelestarian Budaya, Arsitektur Neo-Vernakular, Perancangan Arsitektur.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ART GALLERIES - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CULTURAL CENTERS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.804 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161169</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 03:47:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:51:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>