<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161143">
 <titleInfo>
  <title>ANALYSIS OF LANDSLIDE DISASTER POTENTIAL IN MEULABOH AREA, WEST ACEH REGENCY, ACEH USING RESISTIVITY AND GEOSPATIAL METHODS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lasin Agnia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi terjadinya tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi tanah yang dapat menyebabkan tanah longsor berdasarkan data resistivitas, serta menganalisis sebaran potensi longsor menggunakan data geospasial. Penelitian ini memberikan manfaat bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah. Hasilnya berkontribusi pada perencanaan mitigasi bencana yang lebih baik, pengurangan risiko kerugian, dan pemilihan material yang tepat untuk membangun infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana. Metode penelitian yang digunakan meliputi resistivitas 2D dan metode geospasial dengan analisis penimbangan berlapis (weighted overlay analysis). Berdasarkan hasil pengolahan data resistivitas 2D dari profil 1 dan 2, wilayah penelitian didominasi oleh lapisan lanau, pasir, dan batu pasir. Nilai resistivitas material pada profil 1, yang teridentifikasi sebagai lanau, berkisar antara 1 hingga 119 Ω.m pada kedalaman 2–59 meter. Untuk pasir, nilai resistivitas berkisar antara 120–225 Ω.m pada kedalaman 2–61 meter. Batu pasir memiliki nilai resistivitas antara 226–500 Ω.m pada kedalaman 3–62 meter. Nilai resistivitas pada profil 2 menunjukkan bahwa lanau memiliki kisaran antara 1–119 Ω.m pada kedalaman 1,5–60 meter. Pasir berada pada rentang 120–225 Ω.m dengan kedalaman 9–59 meter, sementara batu pasir berada pada kisaran 226–500 Ω.m pada kedalaman 15–39,4 meter. Keberadaan lanau dengan nilai resistivitas rendah (1–119 Ω.m) meningkatkan potensi terjadinya tanah longsor karena sifat kohesifnya. Berdasarkan hasil pengolahan analisis penimbangan berlapis, wilayah penelitian memiliki potensi tanah longsor yang sedang. Karakteristik wilayah ini meliputi kemiringan lereng yang bervariasi dari landai hingga curam (8–45%), tingkat curah hujan yang tinggi (2500–3000 mm/tahun), litologi yang terdiri dari batuan Formasi Tutut (lanau, pasir, dan sedikit konglomerat), serta penggunaan lahan yang difungsikan untuk perkebunan dan sawah.&#13;
&#13;
Kata kunci: longsor, metode resistivitas, metode geospasial, konfigurasi Wenner-Schlumberger</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161143</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 00:57:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 09:30:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>