IDENTIFIKASI KONSTRUKSI DAN METODE OPERASI ALAT TANGKAP ANCO TRADISIONAL SERTA JENIS HASIL TANGKAPAN DI MUARA SUNGAI ALUE NAGA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI KONSTRUKSI DAN METODE OPERASI ALAT TANGKAP ANCO TRADISIONAL SERTA JENIS HASIL TANGKAPAN DI MUARA SUNGAI ALUE NAGA


Pengarang

TUWANKU ALAIDIN JOHANSYAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing I
Nanda Rizki Purnama - 199002112021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1911103010118

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Muara Sungai Alue Naga merupakan kawasan perairan payau yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, seperti permukiman, pariwisata, budidaya tambak, dan penangkapan biota akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi hasil tangkapan serta mendeskripsikan konstruksi dan desain alat tangkap tradisional Anco yang digunakan oleh nelayan setempat. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dan observasi langsung, serta wawancara dengan nelayan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2025 melalui 10 trip operasi penangkapan (siang dan malam), masing-masing terdiri dari 100 kali penarikan (hauling), dengan total 200 hauling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap Anco mampu menangkap 18 spesies biota akuatik yang terdiri atas ikan pelagis dan demersal, dengan total berat tangkapan sebesar 26,15 gram. Konstruksi Anco terdiri atas jaring monofilamen berbahan polyamide (PA) berukuran 5 × 3 m, dilengkapi kantong berbentuk kerucut di bagian tengah serta jaring penghadang berukuran 2 × 1 m pada keempat sisinya. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh ikan belanak (Chelon subviridis) dengan bobot 16,51 gram. Waktu operasi paling efektif tercatat pada pukul 10.00–16.00 WIB, yang menghasilkan tangkapan tertinggi dibandingkan dengan waktu operasional lainnya. Temuan ini memberikan gambaran mengenai potensi hasil tangkapan serta efektivitas operasional alat tangkap tradisional Anco di perairan pesisir Muara Sungai Alue Naga.

The Alue Naga Estuary is a brackish water area utilized for various activities, including residential settlements, tourism, aquaculture, and aquatic biota harvesting. This study aims to identify the catch composition and describe the construction and design of the traditional Anco fishing gear used by local fishermen. The research employed field surveys and direct observations, complemented by interviews with fishermen. The study was conducted from February to March 2025 over 10 fishing trips (both day and night operations), each involving 100 hauls, totaling 200 hauls. The results revealed that the Anco gear successfully captured 18 aquatic species, comprising both pelagic and demersal fish, with a total catch weight of 26.15 grams. The Anco is constructed using polyamide (PA) monofilament netting measuring 5 × 3 m, featuring a conical cod-end in the center and barrier nets measuring 2 × 1 m on each of its four sides. The catch composition was dominated by mullet (Chelon subviridis), accounting for 16.51 grams. The most effective operational period was between 10:00 and 16:00 local time (WIB), yielding the highest catch rates compared to other time intervals. These findings provide insights into the catch potential and operational effectiveness of the traditional Anco fishing gear in the coastal waters of the Alue Naga Estuary.

Citation



    SERVICES DESK