<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161081">
 <titleInfo>
  <title>STUDI HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) HIU YANG TERTANGKAP DENGAN JARING INSANG DI PERAIRAN LHOK KUALA DAYA, ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sepriana Sumista</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bycatch merupakan salah satu isu utama dalam aktivitas penangkapan ikan yang tidak selektif, terutama terhadap spesies hiu yang rentan terhadap eksploitasi berlebih. Hiu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, namun banyak spesiesnya telah dikategorikan sebagai terancam punah oleh IUCN akibat tingginya tingkat penangkapan, baik secara langsung maupun tidak sengaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil tangkapan sampingan (bycatch) hiu yang tertangkap menggunakan jaring insang di Perairan Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi hasil tangkapan nelayan, wawancara lapangan, serta data sekunder dari literatur ilmiah dan basis data konservasi seperti IUCN dan CITES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total tangkapan sebesar 286,4 kg, sebanyak 135,1 kg (47,17%) merupakan bycatch hiu. Tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu Sphyrna lewini, Carcharhinus sorrah, dan Chiloscyllium punctatum, memiliki status konservasi mulai dari rentan hingga sangat terancam punah, dengan dua di antaranya tercantum dalam Apendiks II CITES. Proporsi bycatch yang tinggi mencerminkan rendahnya selektivitas alat tangkap terhadap spesies target. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi mitigasi bycatch hiu di Aceh Jaya dan wilayah pesisir lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Bycatch, hiu, jaring insang, konservasi, Aceh Jaya</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161081</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 23:03:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:32:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>