PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN KESENIAN DEBUS PADA MASYARAKAT SIMEULUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN KESENIAN DEBUS PADA MASYARAKAT SIMEULUE


Pengarang

NANDA MEIRA LESTARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Dosen Pembimbing I
Samsuri - 198902062023212039 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030069

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP (S1)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hadirnya partisipasi perempuan dalam pelestarian kesenian Debus belakangan ini merupakan fenomena yang ditemukan di Kabupaten Simelue. Salah satu model penelitian partisipasi oleh Cohen dan Uphoff dapat menjawab persoalan tersebut dengan menggunakan empat konsep diantaranya adalah pengambilan keputusan, pelaksaan, penerimaan manfaat dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi perempuan dalam pelestarian Debus serta memahami bagaimana bentuk partisipasi tersebut diterima dan dipersepsikan oleh masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Sanggar Anak Sibok, Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pelestarian Debus terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari peran aktif dalam pertunjukan, pelatihan, pengarsipan, hingga promosi kegiatan budaya. Keterlibatan paling dominan terlihat pada aspek pelaksanaan dan pengambilan keputusan. Beberapa bentuk partisipasi lainnya berjalan secara implisit, seperti penerimaan manfaat dan evaluasi sosial melalui tanggapan masyarakat. Temuan ini menunjukkan adanya adaptasi yang dinamis terhadap nilai-nilai budaya yang terus berkembang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan aktif dalam pelestarian Debus memiliki kontribusi penting terhadap keberlangsungan tradisi. Bentuk partisipasi yang beragam mencerminkan keterbukaan masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan budaya lokal sesuai konteks sosial yang berubah.
Kata kunci: Partisipasi Perempuan, Tradisi, Kesenian Debus, Simeulue, Cohen dan Uphoff

The presence of women's participation in the preservation of Debus art has recently been a phenomenon found in Simelue Regency. One of the participation research models by Cohen and Uphoff can answer this problem by using four concepts including decision making, implementation, acceptance of benefits and evaluation. The purpose of this study is to describe women's participation in the preservation of Debus and to understand how this form of participation is accepted and perceived by the community. The research approach used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research location is at Sanggar Anak Sibok, Salur Village, Teupah Barat District, Simeulue Regency. The results of the study show that women's involvement in the preservation of Debus is manifested in various forms, ranging from active roles in performances, training, archiving, to promotion of cultural activities. The most dominant involvement is seen in the aspects of implementation and informal decision making. Several other forms of participation run implicitly, such as acceptance of benefits and social evaluation through community responses. These findings indicate a dynamic adaptation to cultural values that continue to develop. The conclusion of this study is that active involvement in the preservation of Debus has an important contribution to the sustainability of tradition. The diverse forms of participation reflect the openness of society in preserving and maintaining local cultural heritage according to the changing social context. Keywords: Women's Participation, Tradition, Debus Art, Simeulue, Cohen and Uphoff

Citation



    SERVICES DESK