<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161077">
 <titleInfo>
  <title>PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PELESTARIAN KESENIAN DEBUS PADA MASYARAKAT SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NANDA MEIRA LESTARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hadirnya partisipasi perempuan dalam pelestarian kesenian Debus belakangan ini merupakan fenomena yang ditemukan di Kabupaten Simelue. Salah satu model penelitian partisipasi oleh Cohen dan Uphoff dapat menjawab persoalan tersebut dengan menggunakan empat konsep diantaranya adalah pengambilan keputusan, pelaksaan, penerimaan manfaat dan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi perempuan dalam pelestarian Debus serta memahami bagaimana bentuk partisipasi tersebut diterima dan dipersepsikan oleh masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di Sanggar Anak Sibok, Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pelestarian Debus terwujud dalam berbagai bentuk, mulai dari peran aktif dalam pertunjukan, pelatihan, pengarsipan, hingga promosi kegiatan budaya. Keterlibatan paling dominan terlihat pada aspek pelaksanaan dan pengambilan keputusan. Beberapa bentuk partisipasi lainnya berjalan secara implisit, seperti penerimaan manfaat dan evaluasi sosial melalui tanggapan masyarakat. Temuan ini menunjukkan adanya adaptasi yang dinamis terhadap nilai-nilai budaya yang terus berkembang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan aktif dalam pelestarian Debus memiliki kontribusi penting terhadap keberlangsungan tradisi. Bentuk partisipasi yang beragam mencerminkan keterbukaan masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan budaya lokal sesuai konteks sosial yang berubah.&#13;
Kata kunci: Partisipasi Perempuan, Tradisi, Kesenian Debus, Simeulue, Cohen dan Uphoff&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161077</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 22:54:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 08:26:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>