<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161063">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KAPASITAS SALURAN DRAINASE DAERAH PUSAT KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Farhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banjir merupakan bencana alam yang kerap terjadi di Kota Banda Aceh, khususnya di ruas &#13;
Jalan KH Ahmad Dahlan. Salah satu penyebab utamanya adalah saluran drainase yang &#13;
tidak mampu menampung debit air hujan akibat dimensi saluran yang tidak memadai serta &#13;
kondisi saluran yang terhambat oleh sedimen dan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengkaji ulang penyebab genangan serta mengevaluasi kapasitas saluran drainase &#13;
eksisting pada kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei &#13;
lapangan untuk memperoleh data primer berupa dimensi saluran, serta data sekunder &#13;
seperti curah hujan dari BMKG, dan elevasi dari PUPR Kota Banda Aceh. Analisis &#13;
hidrologi dilakukan menggunakan metode rasional modifikasi untuk menentukan debit &#13;
banjir rencana, sementara analisis hidraulika dilakukan menggunakan perangkat lunak &#13;
HEC-RAS guna memodelkan aliran air dalam saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
terdapat beberapa segmen saluran tidak mampu menampung debit limpasan hujan, &#13;
dikarenakan debit rencana terlalu kecil dibandingkan dengan debit eksisting sehingga &#13;
terjadi overtopping yaitu pada segmen 4 memiliki nilai debit banjir 0,468 m3/detik dan debit &#13;
rancangan 0,326 m3/detik, pada segmen 5 memiliki nilai debit banjir 1,064 m3/detik dan &#13;
debit rancangan 0,326 m3/detik, pada segmen 7 memiliki nilai debit banjir 0,467 m3/detik &#13;
dan debit rancangan 0,405 m3/detik, pada segmen 9 memiliki debit banjir 0,620 m3/detik &#13;
dan debit rancangan 0,200 m3/detik, pada segmen 11 memiliki nilai debit banjir 0,794 &#13;
m3/detik dan debit rancangan 0,106 m3/detik, dan segmen 13 memiliki debit banjir 0,741 &#13;
m3/detik dan debit rancangan 0,312 m3/detik. Oleh karena itu, direkomendasikan &#13;
peninjauan ulang kembali terhadap beberapa saluran drainase yang ada pada lokasi tersebut &#13;
seperti pembersihan rutin serta perbaikan dimensi saluran. Kajian ini diharapkan dapat &#13;
menjadi acuan dalam perencanaan sistem drainase yang lebih efektif dan berkelanjutan di &#13;
wilayah perkotaan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 22:41:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 07:57:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>