<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161037">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Shalihah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Discharge planning merupakan proses terstruktur yang dimulai sejak awal pasien dirawat hingga pulang, yang bertujuan menjamin kesinambungan perawatan dan mencegah komplikasi paska pemulangan. Pelaksanaan discharge planning di RSUD Kota Banda Aceh belum optimal, ditandai dengan belum digunakan form khusus discharge planning sesuai standar akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap RSUD Kota Banda Aceh. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 167 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas untuk semua faktor. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, korelasi dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan faktor komunikasi (p = 0,000), faktor waktu (p = 0,000), faktor pengetahuan (p = 0,000) dan faktor motivasi (p = 0,000). Serta tidak ada hubungan faktor personal (p = 0,077), faktor keterlibatan dan partisipasi (p = 0,459) dan faktor perjanjian dan konsensus (p = 0,234). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan discharge planning adalah faktor motivasi (p = 0,000) dan OR/Exp(B) sebesar 10,677. Motivasi perawat memiliki peran kunci dalam keberhasilan discharge planning di ruang rawat inap. Upaya peningkatan motivasi melalui pelatihan, supervisi dan dukungan manajerial sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan yang berkesinambungan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161037</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 21:59:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 07:47:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>