<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="161001">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN PUSAT MUSIK DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfi Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan seni dan budaya di Kota Banda Aceh menunjukkan potensi besar dalam pengembangan fasilitas publik yang mendukung kreativitas masyarakat, khususnya di bidang musik. Namun, hingga saat ini, belum tersedia wadah representatif yang mampu menampung aktivitas edukasi, apresiasi, dan pertunjukan musik secara terpadu. Oleh karena itu, perancangan Pusat Musik di Kota Banda Aceh menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan desain menggunakan tema Arsitektur Ekspresionisme, yang menekankan ekspresi emosional, bentuk bebas, dan permainan elemen arsitektural yang tidak kaku. Pendekatan ini dianggap mampu merepresentasikan dinamika dan kebebasan dalam bermusik, sekaligus memberikan identitas visual yang kuat terhadap bangunan. Metode perancangan melibatkan studi literatur, analisis tapak, dan pendekatan konsep desain berdasarkan fungsi, konteks lingkungan, serta karakter pengguna. Hasil perancangan menghasilkan sebuah pusat musik yang terdiri dari ruang pertunjukan, ruang latihan, studio rekaman, galeri musik, dan area publik yang saling terintegrasi secara harmonis. Dengan mengusung tema ekspresionisme, pusat musik ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas penunjang aktivitas seni, tetapi juga ikon arsitektural baru di Kota Banda Aceh yang mampu menginspirasi generasi muda dalam berkarya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ART GALLERIES - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ART MUSIC</topic>
 </subject>
 <classification>727.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>161001</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 20:07:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 10:13:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>