<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160967">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POLA KERUNTUHAN BANGUNAN TEMBOKAN AKIBAT BEBAN TUMBUKAN (IMPACT) DENGAN RNPENDEKATAN 3D MIKRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanil Al Kanafi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Aceh, yang terletak pada zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sangat rentan terhadap bencana alam, terutama gempa bumi dan beban tumbukan yang dapat merusak struktur bangunan. Salah satu sistem struktur bangunan yang umum digunakan adalah dinding tembokan atau masonry wall tanpa pengekangan (unconfined masonry) yang tidak diperkuat sama sekali oleh kolom atau balok. Tanpa adanya elemen penguat tersebut, dinding tanpa pengekangan cenderung lebih rentan terhadap tumbukan dan beban dinamis lainnya. Bangunan dengan sistem dinding tanpa pengekangan umumnya lebih rentan terhadap beban dinamis, termasuk tumbukan yang terjadi akibat pohon tumbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola keruntuhan dinding tembokan tanpa pengekangan (UMW) yang diterima akibat beban tumbukan menggunakan pendekatan Simplified Micro Modelling (SMM) dalam aplikasi ANSYS LS-DYNA R14. Model yang digunakan adalah dinding bata berukuran 400 x 300 x 13 cm yang diberikan beban tumbukan berupa pohon tumbang dengan kecepatan awal 5 m/s pada jarak 3, 5, dan 6 meter dari dinding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar jarak tumbukan, semakin besar pula deformasi yang terjadi pada dinding, dengan Model M3 (jarak 6 meter) menghasilkan kerusakan yang paling parah, termasuk keruntuhan geser pada bagian tengah dinding. Selain itu, pola retakan yang terjadi mencerminkan interaksi gaya lentur dan geser, yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya jarak tumbukan. Rasio kerusakan pada Model M3 mencapai sekitar 44,62% dari total volume dinding, menunjukkan bahwa dinding tanpa pengekangan sangat rentan terhadap beban tumbukan yang berasal dari pohon tumbang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160967</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 18:35:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 01:32:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>