Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN MUSEUM MARITIM DI BANDA ACEH
Pengarang
MUHAMMAD ADE ANDRYAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mirza Irwansyah - 196205261987101001 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 197112071998021001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004104010108
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
727.6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Aceh merupakan wilayah dengan jejak sejarah kemaritiman yang sangat kuat, baik dari sisi geografis maupun peran strategisnya dalam perdagangan dan pelayaran masa lampau. Namun, warisan maritim yang kaya ini belum memiliki wadah representatif untuk pelestarian dan edukasi publik. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan Museum Maritim Banda Aceh sebagai upaya revitalisasi identitas budaya bahari serta sarana pembelajaran lintas generasi.
Konsep arsitektur yang diusung menggunakan pendekatan metafora, di mana bentuk bangunan dan elemen ruang terinspirasi dari kapal sebagai simbol kejayaan maritim Aceh. Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat konservasi benda sejarah, tetapi juga menyajikan pengalaman ruang yang interaktif dan naratif melalui zonasi pameran tematik, ruang edukatif, serta fasilitas publik yang inklusif.
Penempatan tapak yang berada di kawasan strategis pesisir Ulee Lheue turut memperkuat nilai kontekstual terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan desain yang menggabungkan fungsi edukatif, rekreatif, dan kultural, Museum Maritim Banda Aceh dirancang sebagai ikon arsitektur sekaligus ruang pengingat akan kekuatan laut dalam sejarah dan jati diri masyarakat Aceh.
Kata kunci: Museum Maritim, Arsitektur Metafora, Budaya Bahari, Banda Aceh, Desain Edukatif
Aceh holds a significant maritime legacy rooted in its strategic geographic location and historical role in seafaring and trade. However, the region still lacks a dedicated space to preserve and educate the public about its rich maritime heritage. In response, the Maritime Museum of Banda Aceh is designed as an architectural and cultural initiative to revive local identity and promote intergenerational learning. The design adopts a metaphorical architectural approach, where the building’s form and spatial elements are inspired by the imagery of a ship—symbolizing Aceh’s maritime glory. The museum serves not only as a conservation facility but also as an interactive and narrative environment, integrating thematic exhibition zones, educational spaces, and inclusive public amenities. Strategically located in the coastal area of Ulee Lheue, the site reinforces contextual harmony with its surroundings. Through a synthesis of educational, recreational, and cultural functions, the Maritime Museum of Banda Aceh aspires to become both an architectural landmark and a vessel of memory for Aceh’s enduring maritime identity. Keywords: Maritime Museum, Metaphorical Architecture, Maritime Culture, Banda Aceh, Educational Design
PERANCANGAN MUSEUM MARITIM ACEH DI KOTA BANDA ACEH (Shelly Maiyanti, 2019)
MUSEUM ARSITEKTUR DI ACEH (HADANA SIWANGGI, 2020)
PERANCANGAN MUSEUM MARITIM DI BANDA ACEH (MUHAMMAD ADE ANDRYAN, 2025)
PERANCANGAN PUJASERA DI BANDA ACEH (Ratu Fathin Raniya, 2020)
ACEH UTARA SHOPPING CENTER (Syarif Wahyu Shafarza, 2015)