<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160959">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN MUSEUM MARITIM DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ADE ANDRYAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh merupakan wilayah dengan jejak sejarah kemaritiman yang sangat kuat, baik dari sisi geografis maupun peran strategisnya dalam perdagangan dan pelayaran masa lampau. Namun, warisan maritim yang kaya ini belum memiliki wadah representatif untuk pelestarian dan edukasi publik. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan Museum Maritim Banda Aceh sebagai upaya revitalisasi identitas budaya bahari serta sarana pembelajaran lintas generasi. &#13;
Konsep arsitektur yang diusung menggunakan pendekatan metafora, di mana bentuk bangunan dan elemen ruang terinspirasi dari kapal sebagai simbol kejayaan maritim Aceh. Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat konservasi benda sejarah, tetapi juga menyajikan pengalaman ruang yang interaktif dan naratif melalui zonasi pameran tematik, ruang edukatif, serta fasilitas publik yang inklusif. &#13;
Penempatan tapak yang berada di kawasan strategis pesisir Ulee Lheue turut memperkuat nilai kontekstual terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan desain yang menggabungkan fungsi edukatif, rekreatif, dan kultural, Museum Maritim Banda Aceh dirancang sebagai ikon arsitektur sekaligus ruang pengingat akan kekuatan laut dalam sejarah dan jati diri masyarakat Aceh. &#13;
Kata kunci: Museum Maritim, Arsitektur Metafora, Budaya Bahari, Banda Aceh, Desain Edukatif&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MUSEUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MARINE ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>727.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160959</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 18:12:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 10:55:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>