Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN PENCAMPURAN AGREGAT ALAM DENGAN AGREGAT BATU PECAH TERHADAP PARAMETER MARSHALL (STUDI KASUS AGREGAT ALAM DARI DESA JAMUR UJUNG KABUPATEN BENER MERIAH DAN AGREGAT BATU PECAH DARI KECAMATAN ATU LINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH)
Pengarang
Irfan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0909200060048
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
625.85
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Asphalt Concrete -Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan perkerasan yang
terletak paling atas dan berfungsi sebagai lapisan aus. Walaupun bersifat non struktural,
AC-WC dapat menambah daya tahan perkerasan terhadap penurunan mutu sehingga
secara keseluruhan menambah masa pelayanan dari konstruksi perkerasan. Daya
dukung lapisan perkerasan ditentukan dari sifat butir-butir agregat dan gradasi
agregatnya. Agregat dapat dikelompokan berdasarkan sumbernya yaitu agregat alam
yang cenderung bisa langsung digunakan dengan sedikit proses pengolahan dan Agregat
batu pecah yang umumnya berasal dari sungai terlebih dahulu melalui proses
pengolahan di stone crusher, untuk mendapatkan ukuran yang sesuai menurut analisa
saringan. Akan tetapi tidak semua agregat alam dapat digunakan sepenuhnya, seperti
halnya di Kabupaten Bener Meriah agregat alam yang bersumber dari endapan magma
gunung merapi mempunyai mutu kualitas rendah disebabkan karena sifat abrasi yang
cukup tinggi >50%. Agar dapat dimanfaatkan perlu memodifikasi dengan agregat yang
bersumber dari sungai, yang sudah diolah di (stone crusher). Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh kombinasi agregat alam dari Jamur Ujung dan agregat batu pecah
dari Atu lintang terhadap sifat fisis aspal dan pengaruh karakteristik marshall. Manfaat
penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang metode perbaikan nilai
abrasi material melalui cara pencampuran material yang memiliki nilai abrasi berbeda.
Persentase dilakukan dengan perbandingan 75% agregat Atu Lintang (AL) : 25% agregat
Alam Jamur Ujung (JU), (50% AL : 50% JU), (25% AL: 75% JU). Prosedur penelitian
mengacu pada SNI dan AASHTO, hasil penelitian menunjukan nilai abrasi material dari
Atu Lintang (AL) sebesar 22,82% dan nilai abrasi material agregat alam Jamur Ujung
(JU) sebesar 54,96%. Hasil variasi campuran dari kedua material dengan persentase
perbandingan (75% AL : 25%JU) didapat nilai abrasi sebesar 31%, variasi (50% AL ;
50% JU) nilai abrasi 37%, variasi (25%AL : 75% JU) didapat nilai abrasi sebesar 48%.
Hubungan yang terlihat dari hasil pencampuran material menunjukan bahwa semakin
minimum persentase campuran agregat alam dari Jamur Ujung nilai abrasi semakin
kecil. Nilai kadar aspal optimum yang didapat dari 3 variasi campuran tersebut yaitu
6,0%, 6,1% dan 6,43%. Hasil pengujian Marshall dari ketiga variasi campuran
semuanya memenuhi parameter marshall, sesuai dengan spesifikasi yang diisyaratkan
Bina Marga.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN AGREGAT ALAMI DAN AGREGAT BATU PECAH TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI (ZULKHAIRI, 2025)
KAJIAN DURABILITAS CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT ALAM DAN PECAH (ANITA, 2024)
PENGARUH PERSENTASE AGREGAT KASAR TANPA BIDANG PECAH TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL AC-WC (TINJAUAN GRADASI AGREGAT BATAS ATAS MENGGUNAKAN ASPAL PEN. 60/70) (TEUKU SAIFUL AMRI, 2015)
PERUBAHAN GRADASI AKIBAT PEMADATAN DITINJAU TERHADAP KEKERASAN AGREGAT BERGRADASI SERAGAM (SUATU PENELITIAN PADA AGREGAT SUNGAI KRUENG ACEH DAN AGREGAT GLEE GEUNTENG) (Wahyudi, 2022)
STUDI KOMPARASI JENIS AGREGAT (ALAMI DAN BATU PECAH) TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON (SUATU PENELITIAN BETON DENGAN FAS 0,35; 0,4 DAN 0,45) (Taufiqurrrahman, 2024)