<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160917">
 <titleInfo>
  <title>KOMBINASI JENIS BAHAN BAKU KOMPOS DAN TRICHODERMA SPP. TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT BUDOK (SYNCHYTRIUM POGESTEMONIS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nana Dahliati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nilam Aceh (Pogestemon cablin Benth.) merupakan komoditas ekspor yang menjanjikan dan terkenal di Indonesia, sebagai penghasil minyak atsiri (minyak nilam) yang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri seperti parfum, makanan dan farmasi dengan permintaan internasional yang cukup tinggi. Penyebab terjadinya penurunan hasil produksi pada tanaman nilam adalah serangan OPT. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman nilam adalah penyakit budok yang disebabkan oleh cendawan Synchytrium pogostemonis. Penggunaan pupuk kompos dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman nilam dan mengurangi keparahan penyakit yang terjadi di lapangan. Penggunaan kompos telah terbukti menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi penyakit ini. Kompos yang dikombinasikan dengan mikroba antagonis, seperti Trichoderma harzianum dan Trichoderma yunnanense dapat mengendalikan S. pogostemonis. Mikroba ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan cendawan patogen dan meningkatkan kesuburan tanah, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman nilam yang lebih baik. Gejala penyakit budok adalah munculnya bintik-bintik berwarna ungu pada tanaman nilam. Bintik-bintik ini muncul di permukaan daun dan tunas baru yang tumbuh, kemudian daun menjadi lebih tebal dibandingkan daun normal. Daun yang terinfeksi tampak lebih kecil karena jumlah bintik yang semakin bertambah setiap hari, menyebabkan daun mengkerut. Selanjutnya, serangan menyebar ke tangkai daun dan batang tanaman nilam. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis bahan baku kompos dan Trichoderma spp. terhadap intensitas serangan penyakit budok.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 18 perlakuan, terdiri dari 4 unit tanaman dan 2 ulangan per perlakuan, total 144 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), masa inkubasi patogen (hari), intensitas penyakit budok (%), uji kandungan peroksidase pada akar (U mL-1), bobot basah tanaman nilam (g) dan bobot kering tanaman nilam (g).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi penyakit budok pada tanaman nilam. Rata-rata masa inkubasi penyakit budok paling lama dijumpai pada perlakuan jenis bahan baku kompos jerami padi yang dikombinasikan dengan Trichoderma yunnanense yaitu 35,93 HSI. Masa Inkubasi paling cepat dijumpai pada perlakuan jenis bahan baku kompos serbuk gergaji kayu tanpa kombinasi Trichoderma sp. yaitu 5,38 HSI. Intensitas serangan yang paling tinggi terdapat pada perlakuan jenis bahan baku kompos serbuk gergaji kayu tanpa kombinasi Trichoderma sp. sebesar 18,48 % sedangkan perlakuan kombinasi jenis bahan baku kompos limbah ampas nilam dengan Trichoderma sp. menunjukkan intensitas serangan terendah yaitu 3,37 %. Kombinasi jenis bahan baku kompos jerami padi dengan Trichoderma yunnanense menunjukkan aktivitas enzim peroksidase tertinggi yaitu 1,066 U mL-1, enzim ini merupakan indikator ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hal tersebut menunjukkan bahwa, kombinasi ini sangat efektif dalam mengurangi serangan penyakit.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160917</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 16:43:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 18:20:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>