<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160823">
 <titleInfo>
  <title>KONDISI BIOMETRIK KERANG TAHU (M. MERETRIX) HASIL TANGKAPAN DARI PESISIR PANTAI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMA MUZDHALIFAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah pesisir Kota Banda Aceh dan Aceh Besar menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas domestik yang relatif rendah. Kerang tahu atau dikenal dengan istilah ilmiah sebagai M. meretrix merupakan salah satu jenis biota laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Distribusi kerang tahu (M. meretrix) dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan seperti kondisi habitat, salinitas, dan substrat dasar. Kondisi biometrik merupakan parameter penting dalam biologi perikanan yang dapat digunakan untuk menilai kesehatan, produktivitas, dan kondisi fisiologi organisme akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi biometrik kerang tahu (M. meretrix) yang di koleksi dari pesisir pantai Banda Aceh dan Aceh besar pada 3 titik yaitu kawasan Alue Naga, Lampulo dan Ujong Pancu menggunakan metode survey eksplorasi langsung. Data disajikan dalam bentuk kisaran, nilai rata-rata, dan standar deviasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ukuran panjang kerang tahu yang paling banyak ditemukan pada lokasi Alue Naga 31 – 33 mm berjumlah 30 ekor, pada lokasi Ujong Pancu memiliki panjang 25 – 27 ekor berjumlah 57 ekor, dan pada lokasi Lampulo memiliki panjang 25 – 27 ekor berjumlah 28 ekor. Berdasarkan nilai yang didapat nilai korelasi antara panjang cangkang dan lebar cangkang, kerang tahu dari Ujong Pancu cenderung memiliki nilai korelasi (R2) yang lebih rendah dibanding kerang tahu dari Lampulo dan Alue Naga, dan nilai korelasi (R2) yang cenderung lebih tinggi yaitu di lokasi Alue Naga.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Alue Naga, Biometrik, Kerang Tahu, Korelasi, Lampulo, Ujong Pancu.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160823</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 15:23:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 18:54:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>