<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160821">
 <titleInfo>
  <title>PERHITUNGAN KAPASITAS ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI PT BARA ENERGI LESTARI TAHUN 2025, KABUPATEN NAGAN RAYA, ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadiya Aqila Anhar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia sangat bergantung pada batubara sebagai sumber energi utama. Efisiensi produksi perlu ditingkatkan oleh industri pertambangan guna menjamin pasokan energi yang berkelanjutan. PT Bara Energi Lestari telah menetapkan target produksi tahun 2025 dengan overburden sebesar 15.000.371 BCM, batubara sebesar 3.045.363 ton, dan stripping ratio berdasarkan life of mine (LOM) sebesar 5,8. Target yang telah ditetapkan dapat tidak tercapai akibat berbagai kendala seperti faktor teknis dan faktor operasional. Berdasarkan hasil evaluasi pada alat mekanis exisiting, produksi aktual overburden adalah sebesar 11.496.872,6 BCM dengan ketercapaian produksi sebesar 77%, sedangkan produksi aktual batubara sebesar 2.468.187,9 ton dengan ketercapaian produksi sebesar 81%. Ketidaktercapaian produksi tersebut akibat rendahnya produktivitas akibat tingginya angka cycle time dan rendahnya waktu kerja efektif sehingga menurunkan tingkat efisiensi kerja. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan upaya optimalisasi guna meningkatkan capaian produksi unit melalui simulasi dengan dua skenario, dimana skenario 1 berfokus pada optimalisasi kebutuhan unit, sedangkan skenario 2 menggunakan kombinasi antara penyesuaian waktu kerja dan optimalisasi kebutuhan unit. Kedua skenario berhasil meningkatkan angka capaian produksi dengan ketercapaian produksi overburden dan batubara pada skenario 1 sebesar 103% dan 102%, sedangkan pada skenario 2 ketercapaian produksi overburden dan batubara sebesar 101% dan 103%. Berdasarkan analisis perbandingan, skenario 2 direkomendasikan sebagai strategi utama karena lebih efisien dalam pemanfaatan waktu kerja dan sumber daya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160821</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 15:16:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 00:57:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>