<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160793">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SAFETY FACTOR TERHADAP STABILITAS LERENG DAN TIMBUNAN SUBGRADE PREPARATION DENGAN ABU VULKANIK MENGGUNAKAN PLAXIS 2D</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>THAARIQ ZIAD MARDHATILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Analisis stabilitas lereng mempunyai peran yang sangat penting pada perencanaan konstruksi sipil. Stabilitas lereng merupakan aspek krusial dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan raya, terutama di daerah yang rawan longsor. Ukuran kestabilan lereng diketahui dengan menghitung besarnya nilai safety factor. Safety factor &#13;
adalah rasio antara kekuatan material lereng dan gaya yang bekerja pada lereng tersebut. Dengan memahami safety factor, maka dapat ditentukan apakah lereng tersebut aman untuk dilalui atau perlu dilakukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keamanan lereng menggunakan metode elemen hingga &#13;
dengan bantuan software Plaxis 2D. Studi kasus dilakukan pada lereng di tikungan tajam sering terjadi laka lantas, Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Analisis dilakukan terhadap tiga kondisi yang berbeda yaitu kondisi awal akibat berat sendiri, kondisi akibat beban lalu lintas, dan kondisi dengan perkuatan &#13;
tanah hasil stabilisasi campuran abu vulkanik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah nilai safety factor pada tiga kondisi yang berbeda. Pada kondisi awal akibat berat sendiri diperoleh nilai safety factor sebesar 1,068, dan pada kondisi akibat beban lalu lintas diperoleh nilai safety factor sebesar 1,069. Setelah dilakukan perkuatan tanah dengan metode stabilisasi campuran abu vulkanik sebanyak 15,1%, diperoleh nilai safety factor sebesar 1,582 pada stabilitas lereng. Hasil analisis nilai safety factor pada kondisi awal dan kondisi akibat beban lalu lintas, lereng masih dalam keadaan labil dan rawan terjadi longsor. Setelah dilakukan perkuatan tanah dengan stabilisasi abu vulkanik, nilai safety factor meningkat cukup signifikan dan lebih besar dari nilai yang disyaratkan yaitu sebesar 1,25. Dengan demikian menandakan bahwa lereng menjadi lebih stabil dan &#13;
lebih rendah potensi terjadinya kelongsoran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160793</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 14:50:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 14:54:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>