<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160789">
 <titleInfo>
  <title>EKSPLORASI NEMATODA ENTOMOPATOGEN ISOLAT LOKAL PADA RHIZOSFER BAMBU (BAMBUSA SP.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADIEVA RESYA JOANDE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu upaya pengendalian hama yang ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan NEP (Nematoda Entomopatogen) sebagai agen hayati. NEP memiliki kemampuan untuk menginfeksi dan membunuh serangga inang melalui simbiosis dengan bakteri patogen. Tanaman bambu merupakan salah satu vegetasi yang memiliki sistem perakaran kompleks dan lingkungan mikro yang lembab, sehingga potensial sebagai habitat alami NEP. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi NEP dari tanah rhizosfer bambu di tiga lokasi berbeda, yaitu Desa Cotcut, Desa Rukoh, dan Desa Kopelma Darussalam di Kabupaten Aceh Besar, serta mengamati gejala serangan pada larva, tingkat kematian, populasi NEP, dan karakter morfologi NEP yang ditemukan.&#13;
Metode penelitian menggunakan teknik pengumpanan (soil baiting technique) dengan ulat hongkong (Tenebrio molitor) dan ulat jerman (Zophobas morio) sebagai serangga inang. Nematoda yang berhasil diisolasi diidentifikasi secara morfologis. Parameter yang diamati meliputi gejala serangan larva, tingkat kematian larva pada hari ke-7, 14, dan 21 setelah inokulasi, serta populasi NEP dalam 1 ml air ekstraksi.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NEP yang ditemukan pada ketiga lokasi pengambilan sampel tanah berasal dari genus Heterorhabditis, ditandai dengan gejala infeksi khas pada larva berupa perubahan warna kutikula menjadi kemerahan hingga hingga berubah menjadi kehitaman. Isolat larva Tenebrio molitor yang diinkubasi pada tanah yang diambil dari Desa Rukoh menunjukkan tingkat kematian larva tertinggi yaitu sebesar 40% pada hari ke-7, 62% pada hari ke-14 dan 90% pada hari ke-21 setelah isolasi. Populasi NEP tertinggi ditemukan pada isolat ulat hongkong dari Desa Rukoh sebesar 4.814 individu/ml, diikuti oleh Desa Kopelma Darussalam sebesar 2.855 individu/ml. Perbedaan populasi NEP antar lokasi diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti jenis tanah, kelembaban, suhu, vegetasi bambu, dan keberadaan bahan organik dari aktivitas peternakan di sekitar lokasi pengambilan sampel.&#13;
Kombinasi antara lingkungan mikro yang mendukung dan pemilihan serangga inang yang sesuai menjadi faktor penting dalam keberhasilan isolasi NEP. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa rhizosfer bambu merupakan habitat potensial bagi nematoda entomopatogen lokal yang dapat dikembangkan sebagai agen pengendali hayati serangga hama.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160789</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 14:49:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 23:00:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>