<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160787">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN INTERVAL PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KELOR (MORINGA OLEIFERA L)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD HAIKAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman dengan kandungan nutrisi tinggi. Bagian dari tanaman kelor yang memiliki kandungan nutrisi tinggi adalah daun kelor, karena memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, dan serat yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik dan interval pemangkasan serta interaksi diantara kedua faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dimulai dari Desember 2024 sampai Mei 2025. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 x 3 yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yang diteliti dengan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah jenis pupuk organik yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pupuk (kontrol), pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk kompos dan faktor kedua sebagai anak petak adalah interval pemangkasan yang terdiri dari 3 taraf yaitu pemangkasan pada umur 6 MSPT, pemangkasan pada umur 8 MSPT dan pemangkasan pada umur 10 MSPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kelor terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kandang sapi sedangkan hasil tanaman kelor terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kompos. Pertumbuhan tanaman kelor terbaik dijumpai pada perlakuan pemangkasan pada umur 10 MSPT dan hasil tanaman kelor dijumpai pada perlakuan pemangkasan pada umur 6 MSPT. Kombinasi jenis pupuk organik dan interval pemangkasan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kandang sapi dengan interval pemangkasan pada umur 10 MSPT.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ORGANIC FERTILIZERS</topic>
 </subject>
 <classification>631.89</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160787</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 14:47:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-11 15:57:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>