<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160749">
 <titleInfo>
  <title>KLASIFIKASI SUKU CADANG PADA CO₂ KOMPRESSOR  PABRIK PIM-1 MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE MULTI-CRITERIA ANALISIS DAN PENENTUAN MODEL FORECASTING DENGAN METODE RNSINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING RN(STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>PT PUPUK ISKANDAR MUDA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lena Faryani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Industri Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) adalah anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang berfokus pada produksi pupuk urea dan amonia. Pabrik PIM-1, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh Utara, memiliki kapasitas produksi amonia sebesar 330.000 ton per tahun dan urea sebesar 570.000 ton per tahun. Pabrik ini dibangun pada tahun 1982 hingga 1984 dan diresmikan pada tanggal 20 Maret 1985. Dalam upaya menjaga keberlanjutan operasional pabrik dan mendukung ketahanan pangan nasional, PIM menghadapi tantangan dalam pengelolaan persediaan suku cadang. Permasalahan utama meliputi tingginya jumlah suku cadang yang dikelola dan fluktuasi permintaan yang tidak menentu, baik intermittent maupun lumpy. Hal ini menyebabkan terjadinya penimbunan persediaan dan kekurangan material yang sering digunakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan mengklasifikasikan suku cadang berdasarkan metode multi-criteria analysis yang mempertimbangkan faktor kritikal terkait pemeliharaan dan logistik. Dari 33 item suku cadang yang dianalisis, 5 item termasuk dalam kategori high (persediaan material dibutuhkan), 18 item kategori medium sedangkan 10 item lainnya termasuk kategori low (non-stock). Selanjutnya, dilakukan perhitungan forecasting untuk 23 item kategori high dan medium dengan menggunakan tiga metode, yaitu Single Exponential Smoothing (SES), Syntetos Boylan Approximation (SBA), dan Croston. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode SES memiliki nilai error paling kecil dengan rata-rata 5, dibandingkan dengan SBA (7) dan Croston (9). Penerapan metode ini menghasilkan efisiensi persediaan sebesar 25%, dengan estimasi biaya persediaan tahun 2025 yang sebelumnya sebesar Rp 11, 227 miliar menjadi Rp 8,391 miliar. Hal ini menunjukkan pentingnya penerapan metode yang tepat dalam pengelolaan suku cadang untuk mendukung kelancaran operasional pabrik dan mencapai tujuan perusahaan&#13;
&#13;
Kata kunci: Inventori Suku cadang, Multi-Criteria Analysis, Forecasting, Single Exponential Smoothing (SES</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160749</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 13:11:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 15:56:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>