<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160723">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK MATERIAL TURN AROUND DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) DI PT PUPUK ISKANDAR MUDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hendrawan Syah Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam menjaga kehandalan proses produksi di PT Pupuk Iskandar Muda, dibutuhkan pemeliharaan perlataan produksi secara rutin seperti pelaksanaan Turn Around (perbaikan tahunan). Pelaksanaan Turn Around dilaksanakan dalam jangka waktu 18 hinga 24 bulan sekali. Dalam perencanaan Turn Around dibutuhkan material-material kritikal yang memang harus tersedia saat berlangsungnya Turn Around. Sehingga proses pengadaan material Turn Around haruslah efektif dan efisien. Kompleksitas aktifitas supply chain proses pengadaan material Turn Around yang melibatkan banyak pihak dan ketidak-pastian yang terjadi dalam perubahan dinamika yang sangat cepat tidak menutup kemungkinan timbulnya kejadian risiko yang berdampak negatif dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan kejadian risiko, agen risiko dan formulasi aksi mitigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah House of Risk (HOR) untuk mendapatkan kejadian risiko, agen risiko dan merancang formulasi aksi mitigasi untuk agen risiko prioritas berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) yang dapat menekan munculnya agen risiko. Dari hasil penelitian diperoleh 32 kejadian risiko dan 21 agen risiko. Agen risiko prioritas berdasarkan nilai ARP tertinggi sebanyak 10 agen risiko yang memberikan dampak 80,78% munculnya kejadian risiko. Terdapat 9 aksi mitigasi risiko yang dapat mengendalikan munculnya agen risiko dalam rantai pasok proses pengadaan material Turn Around.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160723</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 12:42:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 16:14:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>