ANALISIS KERENTANAN RUMAH TANGGA PETANI JAGUNG (ZEA MAYS L) DI KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KERENTANAN RUMAH TANGGA PETANI JAGUNG (ZEA MAYS L) DI KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Radhiatul Husna - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irfan Zikri - 198004042006041003 - Dosen Pembimbing I
Ahmad Humam Hamid - 195603311984031001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005102010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Di Kecamatan Seulimeum, jagung menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, meski para petani masih menghadapi risiko kerentanan seperti banjir, kekeringan, fluktuasi harga, serangan hama, dan penyakit, serta keterbatasan modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan rumah tangga petani jagung serta strategi adaptasi yang mereka lakukan. Penelitian dilaksanakan di sepuluh desa di Kecamatan Seulimeum pada Agustus–Oktober 2024, dengan melibatkan 100 petani sebagai sampel yang dipilih secara acak. Data primer dianalisis menggunakan metode LVI-IPCC dan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi kondisi kerentanan dan strategi adaptasi yang dapat meningkatkan ketahanan serta kesejahteraan petani jagung di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga petani jagung pipil di Kecamatan Seulimeum masih tergolong cukup rentan, dengan skor indeks LVI sebesar 0,03. Kerentanan ini disebabkan nilai keterpaparan dan sensitivitas terhadap kekeringan, hama, penyakit, dan perubahan harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas adaptasi petani yang masih rendah. Strategi adaptasi perlu diperkuat melalui peningkatan modal finansial, alam, dan manusia, seperti diversifikasi pendapatan, perbaikan akses irigasi, pengelolaan lahan berkelanjutan, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan pendidikan dan pelatihan teknis.

Kata kunci : Kerentanan, strategi penghidupan, LVI-IPCC

Abstract. In Seulimeum District, corn is the main source of livelihood for the community, although farmers still face risks of vulnerability such as floods, droughts, price fluctuations, pests and diseases, and limited capital. This study aims to analyze the level of vulnerability of corn farmer households and their adaptation strategies. The study was conducted in ten villages in Seulimeum District in August–October 2024, involving 100 farmers as randomly selected samples. Primary data were analyzed using the LVI-IPCC method and descriptive analysis to identify vulnerability conditions and adaptation strategies that can improve the resilience and welfare of corn farmers in the area. The results of the study showed that corn kernel farmer households in Seulimeum District are still quite vulnerable, with an LVI index score of 0.03. This vulnerability is due to the exposure and sensitivity values to drought, pests, diseases, and changes in selling prices being higher compared to the farmers' low adaptive capacity. Adaptation strategies need to be strengthened by increasing financial, natural, and human capital, such as income diversification, improving access to irrigation, sustainable land management, implementing environmentally friendly technologies, and improving technical education and training. Keywords: Vulnerability, livelihood strategies, LVI-IPCC

Citation



    SERVICES DESK