<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="160675">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KERENTANAN RUMAH TANGGA PETANI JAGUNG (ZEA MAYS L) DI KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Radhiatul Husna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Di Kecamatan Seulimeum, jagung menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, meski para petani masih menghadapi risiko kerentanan seperti banjir, kekeringan, fluktuasi harga, serangan hama, dan penyakit, serta keterbatasan modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan rumah tangga petani jagung serta strategi adaptasi yang mereka lakukan. Penelitian dilaksanakan di sepuluh desa di Kecamatan Seulimeum pada Agustus–Oktober 2024, dengan melibatkan 100 petani sebagai sampel yang dipilih secara acak. Data primer dianalisis menggunakan metode LVI-IPCC dan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi kondisi kerentanan dan strategi adaptasi yang dapat meningkatkan ketahanan serta kesejahteraan petani jagung di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga petani jagung pipil di Kecamatan Seulimeum masih tergolong cukup rentan, dengan skor indeks LVI sebesar 0,03. Kerentanan ini disebabkan nilai keterpaparan dan sensitivitas terhadap kekeringan, hama, penyakit, dan perubahan harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas adaptasi petani yang masih rendah. Strategi adaptasi perlu diperkuat melalui peningkatan modal finansial, alam, dan manusia, seperti diversifikasi pendapatan, perbaikan akses irigasi, pengelolaan lahan berkelanjutan, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan pendidikan dan pelatihan teknis. &#13;
 &#13;
Kata kunci : Kerentanan, strategi penghidupan, LVI-IPCC &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>160675</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-14 12:00:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-15 00:20:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>